Bangun Kemandirian Ekonomi Desa, Mahasiswa UIN Jakarta Dampingi Pelaku UMKM di Kedungweru

    26 Juli 2026
    4 Menit Baca
    Bangun Kemandirian Ekonomi Desa, Mahasiswa UIN Jakarta Dampingi Pelaku UMKM di Kedungweru

    Kedungweru, Kebumen, BERITA PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan program pendampingan terpadu bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kedungweru, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu mengembangkan produk secara berkelanjutan, mulai dari aspek produksi, pengemasan, hingga pemasaran berbasis digital.

     

    UMKM selama ini menjadi salah satu pilar penting perekonomian Indonesia. Kontribusinya yang besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi menjadikan penguatan sektor ini sebagai langkah strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa KKN UIN Jakarta hadir untuk mendampingi masyarakat Desa Kedungweru dalam mengoptimalkan berbagai potensi ekonomi lokal yang dimiliki.

     

    Desa Kedungweru dikenal memiliki beragam usaha rumahan yang tumbuh dari kemandirian masyarakat. Beberapa di antaranya ialah usaha pengolahan kelapa menjadi kopra dan tali tambang, produksi telur asin, jamu gendong, serta berbagai usaha mikro lainnya yang menjadi sumber penghidupan warga.

     

    Salah satu komoditas unggulan desa adalah kopra. Produk hasil olahan kelapa ini telah lama menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat dan memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan. Namun, berdasarkan hasil observasi dan dialog yang dilakukan mahasiswa KKN, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam aspek pemasaran dan pengembangan produk turunan.

     

    Pak Nangin, salah seorang pelaku usaha kopra di Desa Kedungweru, mengungkapkan bahwa selama ini pemasaran produk masih mengandalkan jaringan relasi yang terbatas.

     

    “Kalau untuk pemasaran, selama ini masih mengandalkan jaringan kenalan. Memang pernah juga mengirim ke Surabaya sampai Tanjung Priok, tetapi belum ada sistem pemasaran yang benar-benar terstruktur,” ujarnya.

     

    Menurutnya, kopra memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah, seperti minyak kelapa mentah (crude coconut oil), minyak kelapa murni (virgin coconut oil), sabun berbahan dasar kelapa, hingga produk kosmetik alami. Namun, pengembangan tersebut masih terkendala keterbatasan modal, peralatan, dan akses terhadap teknologi pengolahan.

     

    Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UIN Jakarta melakukan pendampingan dengan pendekatan partisipatif melalui diskusi dan identifikasi kebutuhan bersama pelaku usaha. Pendampingan difokuskan pada penguatan branding produk, penyempurnaan desain kemasan, penyusunan informasi produk yang lebih informatif, serta pengenalan strategi pemasaran digital yang dapat dimanfaatkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

     

    Selain itu, para pelaku UMKM juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas produk secara konsisten, membangun kepercayaan konsumen, serta memperluas jejaring usaha. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal tanpa menghilangkan identitas dan karakteristik khas Desa Kedungweru.

     

    Koordinator KKN UIN Jakarta di Desa Kedungweru menyampaikan bahwa program pendampingan UMKM merupakan bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

     

    “Mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi mitra belajar bagi masyarakat. Kami berharap pendampingan ini dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Kedungweru untuk berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah perkembangan ekonomi digital,” ungkapnya.

     

    Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem usaha yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Melalui pendekatan pembangunan berbasis masyarakat (community-based development), pelaku UMKM didorong untuk menjadi subjek utama dalam proses pengembangan usaha yang mereka jalankan.

     

    Program pendampingan UMKM di Desa Kedungweru diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi produk-produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi yang inklusif dapat dimulai dari desa, melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama.

     

    Dari Desa Kedungweru, mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membuktikan bahwa penguatan ekonomi masyarakat tidak hanya berbicara tentang peningkatan pendapatan, tetapi juga tentang menjaga keberlangsungan usaha, membuka kesempatan kerja, serta menghidupkan potensi lokal sebagai fondasi kemandirian desa.
     

    Penulis: M. Ibrar R. A.
    Editor: Annisa Khafi Rabbani