Leuwisadeng, Berita PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok Aksara Bhumi 189 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta berinisiatif meningkatkan sarana pendidikan anak melalui program "Pojok Baca" di Desa Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Ketua KKN Aksara Bhumi 189, Alif Rangga, menjelaskan bahwa pemilihan masjid di RT 01/RW 08 sebagai lokasi Pojok Literasi didasari oleh potensi pemanfaatan ruang publik untuk edukasi. "Kami melihat masjid tersebut sangat layak untuk diadakannya Pojok Literasi. Seperti yang kita tahu, masjid bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga bisa menjadi ruang belajar dan tempat berkumpul yang positif bagi masyarakat, khususnya anak-anak," ujar Alif.
Alif menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam program ini adalah merangsang minat baca anak-anak yang kini lebih tertarik pada hal-hal interaktif. Menyikapi hal tersebut, tim mahasiswa mendesain Pojok Literasi senyaman dan semenarik mungkin agar kegiatan membaca terasa seru dan tidak membosankan.
Langkah inovatif ini langsung mendapatkan apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Abah Ustadz Syamsudin selaku perwakilan warga RT 01/RW 08, menyampaikan bahwa kehadiran fasilitas baru tersebut memberikan dampak positif yang nyata. "Kami mewakili warga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para mahasiswa. Bantuan mereka telah membuat tempat belajar anak-anak di sini menjadi jauh lebih rapi dan istimewa dari sebelumnya," tuturnya saat meninjau lokasi.
Antusiasme yang tinggi dari anak-anak maupun warga memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa. Melihat anak-anak bersemangat dengan buku-buku dan tempat membaca yang baru, Alif merasa program tersebut terbukti memiliki manfaat nyata.
Untuk memastikan keberlanjutan program setelah masa pengabdian selesai, KKN Aksara Bhumi 189 akan menyerahkan pengelolaan fasilitas tersebut kepada tokoh masyarakat setempat. "Langkah yang pasti akan kami lakukan yaitu mengamanahkan Pojok Literasi ini kepada Ustadz Syamsudin untuk dirawat dan dikelola bersama masyarakat. Harapan kami fasilitas ini bisa terus dimanfaatkan untuk jangka panjang dan terus memberikan manfaat," tegas Alif.
Senada dengan hal tersebut, Ustadz Syamsudin juga berharap sarana fisik ini mampu membawa efek positif jangka panjang bagi iklim kegiatan belajar-mengajar. Ia berharap minat baca anak-anak dapat terus meningkat, sekaligus menjadi penyemangat baru bagi para dewan guru yang mendidik mereka setiap harinya.
Penulis: Aura Ambia
Editor: Vanessa Nindi Utama