Banyak Sampah di Sungai: KKN 192 Archivora UIN Jakarta Edukasi Siswa SDN Bengle Bahaya Membuang Sampah ke Sungai

    25 Agustus 2026
    3 Menit Baca
    Banyak Sampah di Sungai: KKN 192 Archivora UIN Jakarta Edukasi Siswa SDN Bengle Bahaya Membuang Sampah ke Sungai

    Bogor, BERITA PPM Online - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 192 Archivora UIN Syarif Hidayatullah melaksanakan Edukasi Bahaya Membuang Sampah ke Sungai diselenggarakan pada Jumat, 7 Agustus 2026, di SDN Bengle, Kelurahan Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kota Bogor. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan lingkungan di sekitar masyarakat.

     

    Sekitar 37 siswa kelas 5 SDN Bengle mengikuti kegiatan edukasi yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Para siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan sungai serta mengenali berbagai dampak yang dapat terjadi apabila sampah dibuang secara sembarangan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa KKN untuk menyampaikan pesan lingkungan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa.

     

    Edukasi ini ditujukan agar para siswa mengetahui dampak berbahaya dari kebiasaan membuang sampah ke sungai di sekitar tempat tinggal mereka. Tema tersebut diangkat berdasarkan kondisi lingkungan di sekitar Desa Bojong Jengkol yang masih ditemukan banyak sampah tersangkut di aliran sungai. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia sekolah.

     

    Edukasi ini ditujukan agar para siswa mengetahui dampak berbahaya dari kebiasaan membuang sampah ke sungai di sekitar tempat tinggal mereka. Tema tersebut diangkat berdasarkan kondisi lingkungan di sekitar Desa Bojong Jengkol yang masih ditemukan banyak sampah tersangkut di aliran sungai. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia sekolah.

     

    Edukasi ini ditujukan agar para siswa mengetahui dampak berbahaya dari kebiasaan membuang sampah ke sungai di sekitar tempat tinggal mereka. Tema tersebut diangkat berdasarkan kondisi lingkungan di sekitar Desa Bojong Jengkol yang masih ditemukan banyak sampah tersangkut di aliran sungai. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia sekolah.

     

    Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi secara berkelompok. Dalam simulasi tersebut, para siswa diajak membayangkan kondisi yang terjadi apabila sampah terus dibuang ke sungai. Mereka kemudian diberikan gambaran mengenai perubahan kondisi sungai dan lingkungan sekitar akibat penumpukan sampah. Simulasi ini membantu siswa memahami materi melalui pengalaman belajar yang lebih konkret.

     

    Para siswa kelas 5 terlihat aktif bertanya dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Suasana kegiatan menjadi semakin menarik ketika siswa terlibat langsung dalam simulasi bersama kelompoknya. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa isu yang disampaikan memiliki keterkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka, khususnya kondisi sungai yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggal.

     

    Mahasiswa KKN UIN Jakarta 192 Archivora berharap edukasi ini tidak berhenti pada kegiatan di dalam kelas. Para siswa diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada teman, orang tua, maupun masyarakat di sekitar mereka. Dengan demikian, pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai dapat menyebar lebih luas dan mendorong perubahan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu langkah sederhana untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Melalui pemahaman, praktik, dan keterlibatan langsung, siswa diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan sungai di lingkungan sekitar. Mahasiswa KKN UIN Jakarta 192 Archivora juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

     

    Editor: Vanessa Nindi Utama