Bukan Sekadar Tulisan, “LAPANGAN KUN-KUN” Jadi Jejak KKN 180 Altasena UIN Jakarta di Desa Pabuaran

    5 September 2026
    3 Menit Baca
    Bukan Sekadar Tulisan, “LAPANGAN KUN-KUN” Jadi Jejak KKN 180 Altasena UIN Jakarta di Desa Pabuaran

    Pabuaran, BERITA PPM Online – Sebuah tulisan bertuliskan “LAPANGAN KUN-KUN” kini berdiri di tengah Lapangan Kun-Kun, Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tulisan tersebut merupakan hasil program kerja Revitalisasi Visual Lapangan Kun-Kun yang dilaksanakan oleh Kelompok KKN 180 Altasena UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara bertahap pada 18–26 Agustus 2026.

     

    Program tersebut melibatkan seluruh 17 anggota KKN 180 Altasena dan berangkat dari kondisi Lapangan Kun-Kun yang sebelumnya belum memiliki tanda pengenal yang menunjukkan nama lapangan secara jelas. Kondisi tersebut membuat masyarakat dari luar lingkungan sekitar maupun warga yang belum mengenal lokasi kesulitan mengetahui nama fasilitas yang digunakan sebagai ruang aktivitas masyarakat.

     

    Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN 180 Altasena berinisiatif menghadirkan identitas visual bagi lapangan. Selain berfungsi sebagai penanda, tulisan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menata lingkungan sekitar fasilitas umum Desa Pabuaran.

     

    Rangkaian pembuatan tulisan dimulai pada 18 Agustus 2026 dengan mencetak dan memotong pola setiap huruf menggunakan bahan triplek. Pola dibuat berdasarkan ukuran dan bentuk yang telah dirancang sebelumnya untuk digunakan sebagai cetakan dalam proses pembuatan huruf.

     

    Pada 21 Agustus 2026, mahasiswa melanjutkan proses pengecoran setiap huruf. Pengerjaan dilakukan secara bergantian dengan memperhatikan bentuk dan ukuran agar hasil cetakan sesuai dengan rancangan. Setelah pengecoran selesai, huruf-huruf tersebut melalui tahap pengeringan sebelum dipindahkan ke lokasi pemasangan.

     

    Hasil pengecoran kemudian dibawa ke area Lapangan Kun-Kun pada 24 Agustus 2026 sebagai persiapan menuju tahap penyelesaian. Sehari setelahnya, mahasiswa melakukan pengamplasan dan pengecatan pada setiap huruf. Huruf dirapikan terlebih dahulu sebelum diberikan lapisan cat. Pada tahap yang sama, mahasiswa juga mempersiapkan kerangka sebagai penopang tulisan.

     

    Puncak kegiatan berlangsung pada 26 Agustus 2026. Satu per satu huruf dipasang pada kerangka hingga membentuk tulisan “LAPANGAN KUN-KUN” yang dapat terlihat dengan jelas di area lapangan.

     

    Dalam proses finalisasi, Kepala Desa Pabuaran, Mad Usin, turut hadir untuk melihat hasil pelaksanaan program kerja KKN 180 Altasena. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kontribusi mahasiswa dalam membantu penataan fasilitas umum di Desa Pabuaran.

     

    Setelah pemasangan selesai, mahasiswa juga melakukan pembersihan di sekitar area lapangan. Sampah yang ditemukan di sekitar lokasi dibersihkan secara bersama-sama agar lingkungan Lapangan Kun-Kun menjadi lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat. Dengan demikian, program revitalisasi tidak hanya berfokus pada identitas visual, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan fasilitas umum.

     

    Seluruh 17 anggota KKN 180 Altasena berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan bahan, pencetakan dan pemotongan pola, pengecoran, pengeringan, pengamplasan, pengecatan, pembuatan dan pemasangan kerangka, hingga finalisasi tulisan. Setiap tahapan dikerjakan melalui pembagian tugas dan kerja sama antaranggota.

     

    Program kerja tersebut sepenuhnya didukung melalui sumber dana dari PPM UIN Jakarta yang digunakan untuk menunjang kebutuhan pelaksanaan kegiatan hingga tahap akhir.

     

    Bagi KKN 180 Altasena, tulisan “LAPANGAN KUN-KUN” bukan sekadar rangkaian huruf yang berdiri di sebuah lapangan. Kehadirannya diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali nama dan keberadaan fasilitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari penataan lingkungan Desa Pabuaran.

     

    Lebih dari itu, proses pembuatannya menjadi pengalaman bagi mahasiswa bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Sebuah tanda pengenal sederhana dapat menjadi bentuk kontribusi ketika hadir dari kebutuhan masyarakat dan dikerjakan melalui kerja sama.

     

    Kini, tulisan “LAPANGAN KUN-KUN” berdiri di tempatnya sebagai penanda bagi masyarakat sekaligus menjadi jejak kecil perjalanan KKN 180 Altasena di Desa Pabuaran.

     

    Penulis: Zahra Dhabithah dan Ahmad Zaujan Ahsan
    Editor: Vanessa Nindi Utama