Cegah Kekerasan Sejak Dini, KKN 097 Dharmasya Insani Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di MI Jam’iyyatul Khair

    1 September 2026
    2 Menit Baca
    Cegah Kekerasan Sejak Dini, KKN 097 Dharmasya Insani Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di MI Jam’iyyatul Khair

    Ciputat, BERITA PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 097 Dharmasya Insani UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar sosialisasi dan edukasi anti-bullying kepada siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Jam’iyyatul Khair pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman mengenai bahaya perundungan serta pentingnya membangun hubungan yang saling menghargai sejak usia dini.

     

    Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi agar penyampaian materi dapat disesuaikan dengan tingkat usia siswa. Sesi pertama berlangsung pukul 07.00–08.30 WIB dan diikuti siswa kelas 1, 2, dan 3. Sementara itu, sesi kedua dilaksanakan pukul 13.00–14.30 WIB dan diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6.

     

    Materi disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Muhammad Ezra Suhaeri dan Muhammad Royhan Azkia. Keduanya mengemas sosialisasi dalam bentuk seminar interaktif dengan menggunakan bahasa dan contoh yang mudah dipahami oleh siswa.

     

    Salah satu ilustrasi yang digunakan dalam penyampaian materi adalah perbandingan buah salak dan pisang. Perbedaan warna dan bentuk kulit kedua buah tersebut digunakan untuk menjelaskan bahwa manusia memiliki perbedaan penampilan, tetapi tetap memiliki kesamaan sebagai sesama manusia. Melalui ilustrasi sederhana tersebut, siswa diajak memahami pentingnya tidak menilai maupun membeda-bedakan orang lain hanya berdasarkan penampilan.

     

    Selain pemaparan materi, kegiatan diisi dengan ice breaking dan kuis berhadiah. Aktivitas tersebut dilakukan untuk mencairkan suasana sekaligus menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung melalui keaktifan mereka dalam mengikuti berbagai sesi.

     

    Edukasi anti-bullying dinilai penting karena siswa berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan interaksi sosial. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diperkenalkan pada berbagai bentuk perilaku bullying, tetapi juga diajak memahami cara mencegah dan menghindari tindakan perundungan dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama melalui cap jari para siswa. Aksi simbolis tersebut menjadi bentuk komitmen siswa untuk bersama-sama mencegah bullying dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman.

     

    Melalui kegiatan ini, KKN 097 Dharmasya Insani berharap edukasi yang diberikan dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan dan perundungan. Dengan lingkungan yang kondusif, siswa diharapkan dapat lebih fokus belajar serta mengembangkan potensi dan kemampuan mereka secara optimal.

     

    Penulis: Ganang Muhammad
    Editor: Vanessa Nindi Utama