Bogor, Berita PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 156 Svara Nawasena UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar sosialisasi bertema “Sexual Harassment” bagi siswa kelas 5 dan 6 SDN 01 Ciaruteun Ilir, Desa Wangun Jaya, Kelurahan Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai batasan tubuh dan langkah perlindungan diri sebagai upaya mencegah kekerasan seksual sejak usia sekolah dasar.
Penanggung jawab kegiatan, Aldist Alifya, menjelaskan bahwa edukasi mengenai kekerasan seksual penting diperkenalkan sejak dini agar anak memahami bahwa tubuh mereka memiliki batasan yang harus dihargai serta memiliki hak untuk merasa aman.
“Menurut saya, edukasi tentang kekerasan seksual itu penting banget dikenalkan sejak dini, terutama di tingkat SD. Anak-anak perlu tahu bahwa tubuh mereka berharga, ada batasan yang harus dihargai, dan mereka punya hak untuk merasa aman,” ujarnya.
Menurut Aldist, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai respons terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan seksual, tetapi juga sebagai langkah pencegahan dengan membekali anak-anak pengetahuan mengenai tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman.
“Kita nggak cuma menunggu sampai anak mengalami sesuatu, tapi mencoba membekali mereka dari awal supaya tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka nggak nyaman,” katanya.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN 156 Svara Nawasena menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan usia peserta. Topik yang tergolong sensitif tersebut dikemas melalui presentasi, lagu, gerakan, dan permainan agar lebih mudah dipahami oleh siswa kelas 5 dan 6.
“Kita menggunakan PPT, lagu, gerakan, dan games supaya mereka lebih mudah menangkap materinya. Kita juga menggunakan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka,” jelas Aldist.
Salah satu materi utama yang diperkenalkan adalah konsep “3B”, yaitu berani bilang tidak, berani menjauh, dan berani bercerita. Konsep tersebut diberikan sebagai panduan sederhana yang dapat diingat siswa ketika menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan mahasiswa KKN sebagai pelaksana dan pihak sekolah sebagai pendamping. Dalam prosesnya, mahasiswa menghadapi tantangan dalam menyampaikan materi yang sensitif tanpa menimbulkan rasa takut maupun kebingungan bagi peserta.
“Tantangan terbesarnya menurut saya adalah bagaimana menyampaikan topik yang sensitif tanpa membuat anak-anak merasa takut atau malah bingung. Jadi kita berusaha membuat suasananya tetap santai dan menyenangkan, tapi pesan yang disampaikan tetap serius dan bisa mereka pahami,” tuturnya.
Meskipun baru dilaksanakan satu kali, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Peserta terlihat aktif mengikuti pemaparan materi maupun permainan yang diberikan selama sosialisasi.
“Setelah kegiatan, anak-anak terlihat cukup antusias dan aktif mengikuti materi maupun games. Mereka juga sudah mulai bisa memahami bahwa mereka punya batas terhadap tubuhnya sendiri dan berhak mengatakan tidak ketika merasa tidak nyaman,” katanya.
Aldist menyampaikan bahwa dampak jangka panjang dari kegiatan tersebut belum dapat diukur. Namun, edukasi yang diberikan diharapkan setidaknya dapat menjadi bekal pengetahuan dasar bagi siswa untuk berani menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan kepada orang dewasa yang mereka percaya.
Ke depan, KKN 156 Svara Nawasena berharap edukasi mengenai perlindungan diri dan pencegahan kekerasan seksual dapat terus dilakukan di lingkungan sekolah maupun keluarga. Peran orang tua dan guru dinilai penting dalam menciptakan ruang aman bagi anak untuk menyampaikan pengalaman maupun kekhawatiran mereka.
“Jangan menganggap remeh ketika anak menyampaikan sesuatu yang membuat mereka nggak nyaman. Dengarkan dulu, jangan langsung menyalahkan, dan tunjukkan bahwa mereka punya orang dewasa yang bisa dipercaya dan melindungi mereka,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, KKN 156 Svara Nawasena UIN Jakarta berupaya menanamkan kesadaran kepada anak-anak mengenai pentingnya mengenali batasan tubuh, berani menolak tindakan yang membuat tidak nyaman, serta mencari bantuan dari orang dewasa yang dipercaya. Edukasi sejak dini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam membangun lingkungan yang aman bagi anak.
Penulis: Ahmad Mukhlish
Editor: Vanessa Nindi Utama