Serdang Kulon, BERITA PPM Online - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 270 Sangha Abhipraya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik, Anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di SDN Serdang Kulon II pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut diikuti oleh siswa-siswi kelas 5 dan 6 sebagai bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN 270 Sangha Abhipraya di bidang lingkungan sekaligus mendukung program penghijauan yang diterapkan di sekolah. Sosialisasi dilatarbelakangi masih ditemukannya sampah yang tercampur tanpa pemilahan berdasarkan jenisnya, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan dan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan dengan jenis-jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga sampah B3. Selain mengenali karakteristik dan contoh sampah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membuang dan menempatkan sampah sesuai dengan jenisnya.
Sesi pertama diisi dengan penyampaian materi selama kurang lebih 30 menit oleh Donny Astiyanto dan Azharul Khair, mahasiswa KKN 270 Sangha Abhipraya. Keduanya menjelaskan ciri-ciri setiap jenis sampah, contoh yang dapat ditemukan di lingkungan sekitar, serta alasan sampah perlu dipilah dan tidak dicampurkan menjadi satu.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pemilahan sampah. Para siswa diminta mengidentifikasi berbagai contoh sampah yang telah disediakan dan memasukkannya ke dalam kelompok yang sesuai, yaitu organik, anorganik, atau B3.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan praktik berlangsung. Para peserta aktif mengikuti arahan, berdiskusi dengan teman, serta menentukan jenis sampah yang sedang mereka praktikkan. Metode praktik tersebut membuat siswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan pemilahan sampah.
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan kebiasaan tersebut di lingkungan sekolah, sebanyak enam siswa yang terdiri atas tiga laki-laki dan tiga perempuan ditunjuk sebagai Satgas Pengontrol. Setiap anggota satgas bertugas mengawasi satu kelas dan memastikan siswa membuang sampah pada tempat yang telah disediakan sesuai dengan jenisnya.
Donny dan Azhar menekankan bahwa pemilahan sampah merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri, diterapkan di sekolah, kemudian dilanjutkan di lingkungan rumah.
Dengan sampah yang telah dipilah, proses pengelolaan berikutnya menjadi lebih mudah. Sampah tertentu dapat dimanfaatkan atau didaur ulang, sementara sampah B3 dapat ditangani secara lebih tepat sehingga tidak mencemari lingkungan maupun membahayakan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, KKN 270 Sangha Abhipraya berharap para siswa tidak hanya memahami teori mengenai pemilahan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diharapkan dapat menjadi contoh bagi teman maupun keluarga dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi langkah kecil untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Dengan keterlibatan siswa, sekolah, dan mahasiswa KKN, kebiasaan memilah sampah diharapkan dapat terus berkembang dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah serta masyarakat yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis: Aidil Firman Majid
Editor: Vanessa Nindi Utama