Tangerang Selatan, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 109 Nawakara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan Sosialisasi GENTING (Gerakan Anti Stunting) di Posyandu RT 006 RW 002, Kelurahan Serua, Kamis (13/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Penuhi Gizi, Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat” dan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, orang tua balita, serta balita peserta Posyandu.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN di bidang sosial yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini. Edukasi juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin melalui Posyandu.
Sosialisasi dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Sebelum kegiatan dimulai, peserta mengikuti proses registrasi dan pemeriksaan balita yang dilakukan bersama kader Posyandu RT 006. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Shera Herdiana, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Program Studi Pendidikan Tari yang juga merupakan Kader Kesehatan Remaja dan anggota Konselor Sebaya Puskesmas Gunung Sindur.
Dalam penyampaian materi, Shera membahas pengertian stunting, penyebab, dampak terhadap tumbuh kembang anak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga diperkenalkan pada perbedaan antara stunting dan kondisi gizi kurang serta pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Materi selanjutnya membahas berbagai faktor yang dapat berkaitan dengan stunting, seperti kekurangan gizi kronis, kondisi gizi ibu selama kehamilan, pola makan yang tidak seimbang, kurangnya ASI eksklusif, pemberian MPASI yang tidak sesuai usia, serta kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai dampak stunting yang dapat berkaitan dengan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar dan konsentrasi, daya tahan tubuh, hingga risiko gangguan kesehatan tertentu di masa mendatang.
Shera menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan keluarga, terutama dalam memperhatikan asupan makanan, kebersihan, dan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting karena berada paling dekat dengan proses tumbuh kembang anak.
“Pencegahan stunting sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal sederhana di dalam keluarga, terutama dengan memperhatikan asupan makanan, kebersihan, dan rutin memantau pertumbuhan anak. Orang tua memiliki peran penting karena mereka yang paling dekat dengan proses tumbuh kembang anak,” ujar Shera.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai langkah pencegahan stunting sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi ibu dan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Setelah bayi lahir, pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, dilanjutkan dengan MPASI bergizi seimbang sesuai usia, serta pemberian ASI hingga usia dua tahun atau lebih.
Peserta juga diingatkan mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, sayur, buah, dan air yang cukup. Kebersihan diri dan lingkungan, penggunaan air bersih, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang secara rutin di Posyandu turut menjadi bagian dari materi pencegahan stunting.
Ketua Kader Posyandu RT 006, Icah Niswati, menyambut baik pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak.
“Menurut saya kegiatan seperti ini sangat baik karena ibu-ibu bisa mendapatkan tambahan pengetahuan tentang bagaimana memenuhi kebutuhan gizi anak dan bagaimana mencegah stunting,” ujar Icah.
Icah juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengikuti kegiatan Posyandu secara rutin. Pemantauan secara berkala dapat membantu orang tua mengetahui perkembangan anak dan mengambil langkah lebih awal apabila ditemukan permasalahan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai stunting, pemenuhan gizi, pola makan anak, serta pemantauan kesehatan melalui Posyandu.
Sebagai bagian dari kegiatan, mahasiswa KKN juga membagikan makanan ringan kepada peserta berupa Ultra Milk UHT 200 ml dan Biskuit Regal 120 gram. Pembagian tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap edukasi pemenuhan gizi bagi ibu dan anak yang menjadi sasaran program.
Selain Sosialisasi GENTING, mahasiswa KKN 109 Nawakara turut menyampaikan informasi mengenai rencana pelaksanaan program Medical Check Up dan TOGA yang akan dilaksanakan pada minggu berikutnya. Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKN di bidang kesehatan dan sosial di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan mahasiswa KKN bersama kader Posyandu RT 006 RW 002 Kelurahan Serua. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi kesehatan sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu secara rutin.
“Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu memberikan edukasi kepada masyarakat,” tutur Icah.
Melalui Sosialisasi GENTING, KKN 109 Nawakara berharap pengetahuan masyarakat mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting dapat semakin meningkat. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong orang tua untuk lebih memperhatikan pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, serta pertumbuhan dan perkembangan anak.
KKN 109 Nawakara berupaya membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan keluarga, kader Posyandu, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Dengan pemenuhan gizi yang baik serta pemantauan kesehatan secara rutin, upaya menciptakan generasi yang sehat dan tumbuh optimal dapat dilakukan sejak dini.
Penulis: Mutya Sunduz Arizki
Editor: Annisa Khafi Rabbani