Dari Dapur Jadi Pupuk, KKN 197 Aruna Swara UIN Jakarta Ajak Warga Bojong Sempu Olah Limbah Organik

    1 September 2026
    3 Menit Baca
    Dari Dapur Jadi Pupuk, KKN 197 Aruna Swara UIN Jakarta Ajak Warga Bojong Sempu Olah Limbah Organik

    Bojong Sempu, BERITA PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 197 Aruna Swara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, menggelar edukasi dan praktik pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC), Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan yang diprakarsai oleh ibu-ibu PKK tersebut diikuti 15 peserta sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga.

     

    Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga, khususnya limbah organik yang berasal dari dapur. Sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan bahan organik lainnya masih kerap berakhir sebagai sampah tanpa dimanfaatkan kembali. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak melihat limbah dapur sebagai bahan yang masih memiliki manfaat dan dapat diolah menjadi pupuk bagi tanaman.

     

    Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengelolaan sampah organik rumah tangga. Materi disampaikan oleh Rafly Ardiansyah, mahasiswa KKN 197 Aruna Swara dari jurusan Agribisnis. Dengan pengalaman dan ketertarikannya pada bidang pengomposan, Rafly memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga serta proses pengolahannya menjadi pupuk organik cair.

     

    Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada cara sederhana mengelola limbah organik yang dapat diterapkan di lingkungan rumah. Rafly menjelaskan bahwa sisa dapur, seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan, dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar POC. Proses pengolahan tersebut juga menggunakan EM4 dan molase sebagai bahan pendukung untuk membantu proses penguraian bahan organik.

     

    Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk organik cair. Mahasiswa KKN bersama peserta mempraktikkan tahapan pengolahan limbah organik dengan pendampingan dari pemateri. Melalui praktik tersebut, peserta dapat memahami secara langsung proses pembuatan POC sekaligus mengetahui cara memanfaatkan limbah dapur menjadi sesuatu yang berguna.

     

    Sebagai bagian dari kegiatan, mahasiswa KKN 197 Aruna Swara juga membagikan bibit tanaman kepada peserta. Sebanyak 20 bibit cabai dan 20 bibit kemangi dibagikan kepada 15 peserta sebagai bentuk dukungan sekaligus media penerapan pupuk organik cair yang telah dibuat. Bibit tersebut diharapkan dapat dirawat dan dikembangkan di rumah dengan memanfaatkan POC setelah melalui proses pengolahan hingga siap digunakan.

     

    Pembagian bibit menjadi bagian dari penerapan langsung edukasi yang diberikan kepada masyarakat. Peserta dapat melihat keterkaitan antara pengelolaan limbah dapur dan pemanfaatannya sebagai pupuk untuk tanaman. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada pemahaman mengenai sampah organik, tetapi dilanjutkan melalui praktik sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing.

     

    Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK dan masyarakat tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga aktif terlibat dalam praktik serta berdiskusi mengenai pengelolaan sampah organik di lingkungan rumah. Keterlibatan ibu-ibu PKK sebagai penggerak kegiatan turut menunjukkan adanya inisiatif masyarakat dalam mencari solusi sederhana terhadap persoalan sampah rumah tangga.

     

    Melalui kegiatan tersebut, KKN 197 Aruna Swara UIN Jakarta berupaya mendorong masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah organik. Sampah dapur yang selama ini dianggap sebagai sisa yang harus dibuang dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk yang berguna bagi tanaman. Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan rumah tangga.

     

    Kegiatan edukasi dan praktik pembuatan POC diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Bojong Sempu mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat juga diharapkan terus berlanjut melalui pemanfaatan limbah dapur, pembuatan POC, serta penggunaan pupuk tersebut untuk merawat tanaman di lingkungan rumah.

     

    Penulis: Muhammad Athif Raufan Ghifari
    Editor: Vanessa Nindi Utama