Jakarta, BERITA PPM Online - Pengalaman lintas budaya di Thailand menjadi bagian yang membekas bagi Ahmad Muiz, mahasiswa Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengikuti program KKN x Global Volunteer di Trat Province, Thailand. Selama menjalankan program, Ahmad tidak hanya terlibat dalam kegiatan pendidikan bersama siswa, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dan berbagai pihak di lingkungan setempat.
Salah satu pengalaman yang berkesan terjadi saat perayaan Mother’s Day yang bertepatan dengan ulang tahun Queen Sirikit. Pada kesempatan tersebut, Ahmad mendampingi para siswa mengikuti upacara dan kegiatan pelepasan ikan di salah satu pantai lokal. Setelah kegiatan berlangsung, Ahmad mendapat kesempatan untuk bergabung dalam foto bersama sejumlah pejabat daerah setelah dikenali sebagai volunteer teacher asal Indonesia.
Salah satu sosok yang hadir dalam momen tersebut adalah Director of the Black Sand Beach National Park, kawasan mangrove yang menjadi salah satu destinasi yang dikenal di Thailand. Bagi Ahmad, kesempatan tersebut tidak sekadar menjadi momen berfoto bersama pejabat, tetapi juga pengalaman yang membuatnya bangga dapat memperkenalkan diri sebagai volunteer teacher dari Indonesia.
“That moment made me incredibly happy and proud, especially as I got to introduce myself as a volunteer teacher from Indonesia,” ujar Ahmad.
Selain kegiatan bersama masyarakat, pendidikan menjadi bagian utama dari keseharian Ahmad selama berada di Thailand. Salah satu kegiatan yang paling dinikmatinya adalah Science Day, sebuah kegiatan sekolah yang diisi dengan berbagai pertunjukan dan eksperimen sains. Ahmad tidak hanya menyaksikan kegiatan tersebut, tetapi juga turut berpartisipasi bersama para siswa.
Menurut Ahmad, Science Day menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat berlangsung melalui berbagai cara. Ketika siswa diberikan ruang untuk bereksperimen, tampil, dan berinteraksi, kegiatan belajar dapat menjadi lebih menyenangkan sekaligus membangun kedekatan antara siswa dan volunteer.
Namun, perjalanan Ahmad sebagai volunteer juga menghadirkan tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah rendahnya ketertarikan sebagian siswa terhadap bahasa Inggris. Kondisi tersebut mendorong Ahmad untuk mencari pendekatan yang dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan tidak monoton.
Untuk mengatasinya, Ahmad meningkatkan interaksi dengan siswa secara rutin dan memasukkan berbagai aktivitas yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa tidak mudah merasa bosan sekaligus dapat membangun ketertarikan terhadap bahasa Inggris secara bertahap.
“My goal was to capture their interest and ensure they didn't get bored while learning English,” jelas Ahmad.
Tantangan tersebut menjadi bagian dari proses belajar bagi Ahmad. Ia menyadari bahwa mengajar bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga memahami karakter, kebutuhan, dan ketertarikan siswa. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa seorang volunteer perlu menyesuaikan pendekatan dengan lingkungan dan orang-orang yang didampinginya.
Di luar lingkungan sekolah, interaksi dengan masyarakat lokal juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Ahmad. Melalui percakapan sederhana, saling menyapa, dan berbagi cerita, ia berkesempatan mengenal kehidupan sosial dan budaya masyarakat Thailand secara lebih dekat.
Perbedaan bahasa, kebiasaan, dan budaya menjadi ruang bagi Ahmad untuk memahami perspektif baru. Baginya, membangun hubungan lintas budaya tidak selalu membutuhkan kegiatan besar. Keterbukaan untuk menyapa, mendengarkan, dan berbagi cerita dapat menjadi langkah awal dalam membangun koneksi dengan orang lain.
Setelah melalui berbagai pengalaman selama berada di Thailand, Ahmad memilih nilai mutual respect atau sikap saling menghargai sebagai salah satu pelajaran yang paling ingin dibawanya pulang. Berada di lingkungan dengan budaya dan kehidupan sosial yang berbeda membuatnya semakin memahami pentingnya menghargai perbedaan dalam membangun kehidupan bersama.
“The most memorable lesson I will take home with me is the value of mutual respect. I believe this is incredibly important and absolutely essential for living in a society,” ungkap Ahmad.
Nilai tersebut menjadi refleksi dari perjalanan Ahmad selama mengikuti KKN x Global Volunteer. Mulai dari mendampingi siswa dalam kegiatan sekolah, menghadapi tantangan dalam pembelajaran bahasa Inggris, hingga berinteraksi dengan masyarakat dan pejabat lokal, setiap pengalaman memberikan pembelajaran yang berbeda.
Melalui program KKN x Global Volunteer, pengalaman Ahmad di Trat Province menjadi bagian dari proses pengembangan diri sekaligus pembelajaran lintas budaya. Setiap ruang kelas, percakapan, kegiatan bersama masyarakat, hingga momen di Black Sand Beach menjadi pengalaman yang memperluas perspektifnya mengenai keberagaman.
Pada akhirnya, perjalanan tersebut memberikan pemahaman bahwa menjadi volunteer tidak hanya berkaitan dengan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat, tetapi juga kesediaan untuk mendengarkan, belajar dari lingkungan, beradaptasi, dan menghargai perbedaan. Dari Thailand, Ahmad membawa pulang tidak hanya kenangan tentang tempat dan orang-orang yang ditemuinya, tetapi juga nilai sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu mutual respect.
Penulis: Khalisa Nazma Humairo
Editor: Vanessa Nindi Utama