Bogor, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 212 menggelar workshop pembuatan lilin aromaterapi berbahan sereh bagi masyarakat Desa Batok pada Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Balai Desa Batok tersebut diikuti 30 warga yang mayoritas merupakan ibu-ibu.
Workshop digelar dengan memanfaatkan potensi tanaman sereh yang cukup mudah ditemukan di lingkungan Desa Batok. Tanaman tersebut mengandung sitronela yang dikenal dapat membantu mengusir nyamuk. Melalui pengolahan menjadi lilin aromaterapi, mahasiswa KKN mengenalkan alternatif pemanfaatan sereh yang tidak hanya berguna untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai jual.
Kegiatan ini bertujuan menambah keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan yang tersedia di sekitar desa. Selain mengenalkan proses pembuatan lilin aromaterapi, mahasiswa juga mendorong warga untuk melihat potensi bahan lokal sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan.
Workshop menghadirkan dua mahasiswa KKN Kelompok 212 sebagai pemateri, yakni Rama Hazami Nadwi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, serta Stefani Agustin, mahasiswi Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Dalam pemaparan materi, peserta diperkenalkan dengan pengertian dan manfaat lilin aromaterapi, alat dan bahan yang diperlukan, hingga peluang usaha yang dapat dikembangkan dari produk tersebut. Mahasiswa juga menjelaskan pemanfaatan sereh yang banyak ditemukan di sekitar Desa Batok sebagai salah satu bahan dalam pembuatan lilin aromaterapi.
Setelah penyampaian materi, peserta diajak melihat langsung demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi berbahan sereh. Pemateri memperagakan setiap tahapan pembuatan di hadapan peserta agar prosesnya dapat dipahami dengan lebih jelas.
Karena keterbatasan alat dan bahan yang tersedia, peserta tidak melakukan praktik pembuatan secara individual. Namun, peserta yang ingin melihat proses secara lebih dekat diperbolehkan maju ke depan untuk mengamati demonstrasi yang dilakukan oleh pemateri.
Antusiasme peserta terlihat dari ketertarikan mereka untuk mengamati proses pembuatan secara langsung. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi warga mengenai cara mengolah tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi produk dengan fungsi lain.
Di akhir kegiatan, peserta mendapatkan lilin aromaterapi berbahan sereh yang sebelumnya telah dibuat oleh panitia untuk dibawa pulang. Produk tersebut menjadi contoh hasil olahan yang dapat dibuat dari bahan lokal yang tersedia di Desa Batok.
Melalui workshop ini, KKN Kelompok 212 berharap masyarakat Desa Batok dapat melihat potensi sereh tidak hanya sebagai tanaman yang mudah ditemukan, tetapi juga sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
Penulis: Novia Siti Rahmawati
Editor: Annisa Khafi Rabbani