Dorong Pembelajaran Lebih Kreatif, KKN RASHKARA Kenalkan Pemanfaatan Teknologi kepada Guru

    1 September 2026
    3 Menit Baca
    Dorong Pembelajaran Lebih Kreatif, KKN RASHKARA Kenalkan Pemanfaatan Teknologi kepada Guru

    Leuwiliang, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) RASHKARA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan program “Digital Education Movement” di SDN Darma Bakti, Kecamatan Leuwiliang. Kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa untuk meningkatkan literasi digital guru sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan adaptif.

     

    Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Berbagai media dan platform digital memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih beragam. Namun, pemanfaatan teknologi membutuhkan kemampuan literasi digital agar penggunaannya dapat dilakukan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

     

    Melalui program “Digital Education Movement”, mahasiswa KKN RASHKARA mengajak para guru untuk tidak hanya memahami konsep literasi digital, tetapi juga mencoba secara langsung berbagai alternatif media pembelajaran digital yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

     

    Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan praktik pemanfaatan media pembelajaran digital. Materi yang diberikan mencakup konsep literasi digital, pengenalan aplikasi pembelajaran sederhana, pembuatan media pembelajaran digital, hingga penerapannya dalam proses pembelajaran.

     

    Dalam sesi awal, mahasiswa KKN menjelaskan pentingnya literasi digital dalam pendidikan. Guru diajak memahami bahwa teknologi berfungsi sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan untuk menggantikan peran guru. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu guru menciptakan proses belajar yang lebih efektif.

     

    Pembahasan juga mencakup konsep pendidikan di era 5.0 yang menekankan kolaborasi antara manusia dan teknologi. Teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengalaman belajar, tetapi tetap perlu diimbangi dengan nilai kemanusiaan, kreativitas, dan empati.

     

    Materi tersebut menjadi relevan dengan tantangan pembelajaran yang dihadapi saat ini. Salah satunya adalah penggunaan media pembelajaran yang masih kurang bervariasi, sementara peserta didik semakin akrab dengan perangkat digital. Kondisi ini mendorong perlunya media pembelajaran yang mudah digunakan dan mampu mengarahkan teknologi ke kegiatan yang lebih edukatif.

     

    Setelah mendapatkan pemahaman mengenai literasi digital, para guru mengikuti sesi praktik media pembelajaran digital. Guru diberikan kesempatan untuk mencoba media yang diperkenalkan serta melihat bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar mengajar. Praktik tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi di kelas.

     

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para guru dapat menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam menggunakan media digital selama proses pembelajaran. Diskusi menjadi ruang bertukar pengalaman antara mahasiswa KKN dan guru sehingga kegiatan berlangsung secara dua arah.

     

    Melalui program “Digital Education Movement”, KKN RASHKARA berharap kemampuan literasi digital yang diperoleh para guru dapat diterapkan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi SDN Darma Bakti. Bagi sekolah, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong penggunaan teknologi secara lebih bijak dan kreatif dalam proses pembelajaran.

     

    Pada akhirnya, program ini tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi kepada guru, tetapi juga membangun kesadaran mengenai pentingnya penggunaan teknologi secara bijak. Melalui kolaborasi antara guru dan teknologi, pembelajaran di SDN Darma Bakti diharapkan dapat terus berkembang menjadi pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan adaptif.

     

    Penulis: Zahra Aurelia
    Editor: Annisa Khafi Rabbani