Pondok Cabe Ilir, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 101 WIRADIPTA mengajak siswa SDN Pondok Cabe Ilir 01 untuk membangun lingkungan pertemanan yang aman dan bebas dari perundungan melalui program “Generasi Tanpa Bullying”. Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026) dengan melibatkan siswa kelas 5 dan 6 sebagai sasaran utama.
Kegiatan yang berlangsung sekitar 90 menit ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa KKN 101 WIRADIPTA terhadap persoalan bullying atau perundungan yang masih dapat ditemukan di lingkungan pendidikan. Perundungan sejak usia sekolah dasar dinilai dapat memberikan dampak terhadap perkembangan psikologis, sosial, maupun akademik peserta didik sehingga penting untuk dicegah melalui edukasi sejak dini.
Bertempat di SDN Pondok Cabe Ilir 01, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, kegiatan diikuti sekitar 250 siswa. Pemilihan siswa kelas 5 dan 6 sebagai sasaran kegiatan didasarkan pada fase perkembangan mereka yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan pola interaksi sosial.
Agar materi lebih mudah diterima oleh siswa, sosialisasi dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Mahasiswa menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari ice breaking, penayangan film pendek bertema bullying, pemaparan materi, bernyanyi bersama, hingga refleksi menggunakan sticky note. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi dan komitmen bersama untuk membangun pertemanan yang lebih positif.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Imelda Lisa Putri, mahasiswa KKN 101 WIRADIPTA. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian, bentuk, serta dampak bullying. Selain itu, siswa juga didorong untuk berani berbicara dan melapor apabila mengalami ataupun menyaksikan tindakan perundungan.
Kepala SDN Pondok Cabe Ilir 01 turut memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN 101 WIRADIPTA atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, kepala sekolah mengajak para siswa untuk saling menghargai dan menghormati tanpa membeda-bedakan teman.
Para siswa juga diimbau untuk tidak ragu bercerita atau melapor kepada guru maupun orang tua apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying di lingkungan sekolah. Kepala sekolah berharap kegiatan tersebut dapat membantu menumbuhkan kesadaran siswa sejak dini sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Melalui program “Generasi Tanpa Bullying”, KKN 101 WIRADIPTA tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai bahaya perundungan, tetapi juga mengajak siswa membangun komitmen bersama dalam menciptakan hubungan pertemanan yang saling menghargai. Pendekatan edukatif yang dipadukan dengan aktivitas interaktif diharapkan membuat pesan antiperundungan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi dan foto bersama menggunakan bingkai bertuliskan “STOP BULLYING” sebagai simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Penulis: Imelda Lisa Putri
Editor: Annisa Khafi Rabbani