Kenali Diri dan Kelola Emosi, KKN 208 Sadajiwa Bekali Siswa dengan Personal Branding

    1 September 2026
    3 Menit Baca
    Kenali Diri dan Kelola Emosi, KKN 208 Sadajiwa Bekali Siswa dengan Personal Branding

    Rumpin, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 208 Sadajiwa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Personal Branding bagi siswa kelas 9 SMP Mutiara Mekarsari, Desa Mekar Sari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Emotional Clarity: Mengenal Diri, Mengelola Emosi, dan Mengembangkan Potensi”.

     

    Seminar menghadirkan Founder Eriensight, Rini Khadijah Alawiyah atau yang akrab disapa Erien Alawiy, sebagai pemateri. Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan sesi tanya jawab bersama para siswa.

     

    Seminar tersebut menekankan pentingnya pengenalan diri sejak usia remaja sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan. Siswa diajak mengenali potensi, minat, dan arah yang ingin mereka kembangkan agar dapat lebih fokus menentukan tujuan hidup.

     

    Erien Alawiy menilai pengenalan personal branding sejak jenjang SMP penting karena semakin dini seseorang mengenali potensi dirinya, semakin besar peluang bagi pelajar untuk menentukan arah dan mempersiapkan masa depan.

     

    “Menurut saya sangat penting, karena semakin dini seseorang mengenal potensi dirinya, itu akan membuat pelajar lebih fokus ke tujuan hidupnya atau mempersiapkan masa depannya,” ujar Erien.

     

    Selain personal branding, pengelolaan emosi menjadi salah satu materi utama dalam seminar. Menurut Erien, kemampuan mengelola emosi menjadi dasar penting bagi seseorang untuk mengenali dan mengembangkan potensi dirinya.

     

    “Yang lebih dominan itu ke pengelolaan emosi, karena ketika emosi itu sudah bisa dikelola dengan baik, itu menjadi akar persoalan seseorang bisa menemukan potensinya,” kata Erien.

     

    Dalam sesi tersebut, siswa juga dikenalkan dengan konsep modelling sebagai salah satu tahapan pembentukan diri pada usia remaja. Erien menyarankan siswa memiliki figur yang dapat dijadikan acuan untuk diamati dan dipelajari. Cara tersebut diperkenalkan sebagai salah satu upaya membangun personal branding yang positif.

     

    Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan mereka selama diskusi dan sesi tanya jawab. Salah satu siswa kelas 9 SMP Mutiara Mekarsari, Dea Sriwijaya, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya mengenal diri sendiri setelah mengikuti seminar.

     

    “Hal barunya adalah lebih mengenal diri sendiri, kayak apa yang aku suka, apa yang aku mau,” ujar Dea.

     

    Menurut Dea, personal branding juga penting bagi pelajar sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa depan. Ia menilai kemampuan menunjukkan diri dan membangun citra positif dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menentukan arah masa depan.

     

    “Karena untuk masa depan juga, kan masa depan juga butuh menunjukkan diri sendiri, jadi harus punya personal branding yang bagus juga,” kata Dea.

    Setelah mengikuti seminar, Dea berencana meningkatkan kepercayaan dirinya dengan mengembangkan hobi di bidang menggambar. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk upaya untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.

     

    Kegiatan Seminar Personal Branding merupakan bagian dari program kerja KKN 208 Sadajiwa dengan tema besar “Muda Berkarya, Desa Berdaya: Dari Mahasiswa untuk Desa”. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk mengenali diri, mengelola emosi, serta mulai mengembangkan potensi yang dimiliki.

     

    Penulis: Azra Salsabila
    Editor: Annisa Khafi Rabbani