Kenalkan Bahaya Bullying, KKN 222 Palmarutala UIN Jakarta Gelar Seminar “Stop Bullying” di SDN Kiarapandak 02

    22 Agustus 2026
    3 Menit Baca
    Kenalkan Bahaya Bullying, KKN 222 Palmarutala UIN Jakarta Gelar Seminar “Stop Bullying” di SDN Kiarapandak 02

    Bogor, Berita PPM Online — Mahasiswa KKN Reguler Kelompok 222 “Palmarutala” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar seminar bertajuk “Stop Bullying: Sekolah Ceria Tanpa Bullying” bagi siswa kelas 4 dan 5 SDN Kiarapandak 02, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai bahaya bullying sekaligus menumbuhkan sikap empati dan saling menghargai di lingkungan sekolah.

     

    Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat. Lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk belajar berinteraksi, memahami perbedaan, serta memperlakukan orang lain dengan baik.

     

    Pada usia sekolah dasar, anak berada dalam tahap perkembangan sosial dan emosional yang membutuhkan pendampingan dalam membangun hubungan dengan teman sebaya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai bullying perlu diberikan sejak dini agar siswa mampu mengenali perilaku yang termasuk bullying serta memahami dampaknya terhadap diri sendiri maupun orang lain.

     

    Seminar tersebut menghadirkan Nazra Aji Mufidin sebagai pemateri. Dalam penyampaian materi, siswa diperkenalkan dengan pengertian bullying serta berbagai bentuknya, mulai dari bullying secara verbal, fisik, hingga sosial. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak bullying dan pentingnya tidak melakukan, mendukung, maupun menertawakan tindakan yang dapat menyakiti atau merugikan teman.

     

    Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh anak-anak agar pesan yang diberikan dapat diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain mengenali tindakan bullying, siswa juga diajak untuk berani berkata “tidak” terhadap bullying serta membangun sikap saling menghargai dan peduli terhadap sesama.

     

    Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film pendek berjudul “Mana Janji Ayah”. Tayangan tersebut mengajak siswa memahami nilai-nilai empati dan kepedulian serta melihat dampak dari tindakan yang dapat menyakiti perasaan orang lain. Suasana kegiatan menjadi lebih emosional setelah pemutaran film, bahkan beberapa siswa mulai terbuka untuk menceritakan pengalaman maupun hal-hal yang pernah mereka alami.

     

    Kegiatan kemudian dilanjutkan melalui Sharing Session. Sesi ini memberikan ruang kepada siswa untuk menyampaikan cerita, pengalaman, maupun perasaan mereka dalam suasana yang aman dan terbuka. Melalui sesi tersebut, mahasiswa KKN berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan siswa sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk mengungkapkan pengalaman yang berkaitan dengan pertemanan dan lingkungan sekolah.

     

    Sebagai rangkaian akhir, siswa mengikuti aktivitas Penempelan Sticky Note pada Papan Cerita. Mereka menuliskan berbagai pesan, pengalaman, perasaan, maupun harapan yang ingin disampaikan. Papan Cerita tersebut menjadi media ekspresi bagi siswa sekaligus simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah, aman, nyaman, dan bebas dari bullying.

     

    Melalui seminar “Stop Bullying: Sekolah Ceria Tanpa Bullying”, KKN 222 Palmarutala UIN Jakarta berharap siswa dapat semakin memahami pentingnya menjaga perasaan dan menghargai teman. Edukasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pertemanan yang positif sehingga lingkungan sekolah dapat menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi seluruh siswa.

     

    Penulis: Agna Nabila Chandra
    Editor: Vanessa Nindi Utama