KKN 106 Vyomantara Kenalkan Hidroponik Sistem Wick, Dorong Warga Manfaatkan Lahan Terbatas

    27 Agustus 2026
    3 Menit Baca
    KKN 106 Vyomantara Kenalkan Hidroponik Sistem Wick, Dorong Warga Manfaatkan Lahan Terbatas

    Pondok Aren, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 106 Vyomantara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenalkan dan melatih warga mengenai budidaya tanaman hidroponik dengan sistem Wick (sumbu) di Kantor Kesekretariatan Pondok Jurang Mangu Indah RW 07, Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Kamis (13/8/2026).

     

    Kegiatan yang diikuti oleh 12 warga tersebut menjadi upaya mahasiswa KKN dalam memperkenalkan alternatif bercocok tanam yang dapat diterapkan di lingkungan permukiman dengan keterbatasan lahan. Kegiatan turut dihadiri Sekretaris RW 07, Sulis.

     

    Pengenalan hidroponik dipilih karena metode tersebut memungkinkan masyarakat menanam sayuran tanpa bergantung pada ketersediaan lahan tanah yang luas. Dalam sistem hidroponik, tanaman memperoleh kebutuhan nutrisi melalui larutan yang dilarutkan dalam air.

     

    Pada kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan sistem Wick sebagai salah satu metode hidroponik yang sederhana, ekonomis, serta tidak membutuhkan pompa air maupun listrik. Sistem tersebut memanfaatkan daya kapilaritas kain flanel untuk menyalurkan larutan nutrisi dari wadah menuju akar tanaman. Wadah yang digunakan juga dapat berasal dari barang sederhana maupun barang bekas, seperti bak, ember, dan botol plastik.


    Kegiatan berlangsung dalam bentuk penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi interaktif bersama warga. Narasumber kegiatan, Naufal Faiz Ramadhan, mahasiswa KKN 106 Vyomantara dari Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, memberikan penjelasan mengenai prinsip kerja hidroponik sistem sumbu, pemanfaatan lahan pekarangan sempit, hingga pemeliharaan tanaman sampai masa panen.


    Tidak hanya menerima materi, warga juga diajak mempraktikkan langsung tahapan budidaya hidroponik. Praktik dimulai dari penyemaian benih menggunakan rockwool, penyiapan wadah dan pemasangan sumbu, peracikan nutrisi AB Mix, hingga pemindahan bibit ke net pot dan penempatannya di area yang memperoleh sinar matahari.

     

    Mahasiswa juga memberikan sejumlah tips perawatan agar tanaman dapat tumbuh optimal. Warga diarahkan untuk memastikan akar memperoleh cukup oksigen, menggunakan wadah yang tidak tembus cahaya untuk mencegah pertumbuhan lumut, serta melakukan pengecekan volume air nutrisi secara berkala. Beberapa jenis sayuran yang dikenalkan untuk pemula antara lain kangkung, pakcoy atau sawi, selada hijau, dan bayam.

     

    Antusiasme warga terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan mengenai teknik penyemaian benih menggunakan rockwool, takaran nutrisi AB Mix, hingga jenis sayuran yang relatif cepat dipanen dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga.

     

    Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga dan pihak kelurahan. Sebagai bentuk keberlanjutan, Lurah Jurangmangu Timur menyampaikan rencana pengembangan area taman terpadu di lingkungan warga pada 2027. Area tersebut diharapkan dapat mengintegrasikan budidaya hidroponik dan tanaman obat keluarga secara lebih luas dan berkelanjutan.

     

    Rencana tersebut diharapkan tidak hanya mendukung penghijauan lingkungan, tetapi juga dapat memperkuat upaya masyarakat dalam membangun ketahanan pangan secara mandiri.

     

    Melalui kegiatan ini, KKN 106 Vyomantara berharap masyarakat dapat memahami dan menerapkan hidroponik sebagai alternatif budidaya sayuran di tengah keterbatasan lahan. Edukasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan minat warga untuk memanfaatkan lingkungan rumah secara produktif dan berkelanjutan.

     

    Penulis: Naufal Faiz Ramadhan
    Editor: Annisa Khafi Rabbani