Tangerang Selatan, Berita PPM Online — Kelompok KKN 106 Vyomantara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan “Sosialisasi Maggot Clean” bagi warga RT 01/RW 05, Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Haji Usman tersebut diikuti oleh 11 warga dan turut dihadiri Ketua RT 01/RW 05, yang akrab disapa Pak Acong.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan alternatif pengelolaan sampah organik rumah tangga kepada masyarakat. Sampah berupa sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bau tidak sedap sekaligus meningkatkan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Melalui “Sosialisasi Maggot Clean”, mahasiswa KKN 106 Vyomantara memperkenalkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illucens sebagai salah satu alternatif untuk mengolah sampah organik. Selain memiliki manfaat bagi lingkungan, budidaya maggot juga diperkenalkan sebagai kegiatan yang berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Nur Wahid Fikran Kamil, mahasiswa KKN 106 Vyomantara Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, dan Raihan Abiyu Rahman, mahasiswa KKN 106 Vyomantara Program Studi Hukum Keluarga. Keduanya memberikan penjelasan mengenai pengertian maggot BSF, siklus hidup, manfaat, serta tahapan sederhana budidayanya di lingkungan rumah maupun tingkat RT/RW.
Dalam pemaparan materi, peserta dijelaskan bahwa maggot merupakan fase larva dari lalat BSF. Maggot BSF memiliki kemampuan mengonsumsi sampah organik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi volume sampah rumah tangga. Hasil budidaya maggot juga berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara sisa media budidaya atau kasgot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Warga juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan budidaya maggot, mulai dari penyediaan wadah, pemberian sampah organik sebagai pakan, menjaga kelembapan media, hingga proses pemanenan. Materi tersebut diberikan agar masyarakat memiliki gambaran mengenai penerapan budidaya maggot secara sederhana, baik dalam skala rumah tangga maupun lingkungan RT/RW.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama warga. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan kekhawatiran terkait keamanan serta penerapan budidaya maggot di lingkungan rumah. Beberapa hal yang dibahas antara lain jumlah lalat BSF yang dibutuhkan sebagai indukan, siklus hidup BSF, jenis pakan, tingkat kelembapan media, keamanan budidaya, serta pemanfaatan kulit maggot dan kasgot.
Antusiasme warga terlihat dari berbagai pertanyaan yang disampaikan selama diskusi. Sebagian peserta menunjukkan ketertarikan terhadap proses budidaya dan manfaat maggot. Namun, beberapa warga, khususnya ibu-ibu, masih merasa geli atau kurang nyaman ketika membahas dan melihat maggot.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam sesi diskusi. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai karakteristik maggot BSF serta perbedaannya dengan belatung atau larva lalat rumah. Dengan demikian, warga diharapkan dapat memahami bahwa maggot BSF memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda serta dapat dibudidayakan secara terkelola.
Melalui kegiatan “Sosialisasi Maggot Clean”, KKN 106 Vyomantara UIN Jakarta berupaya mendorong masyarakat untuk melihat sampah organik tidak hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Edukasi mengenai budidaya maggot diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.
Penulis: Amalia Hasanah
Editor: Vanessa Nindi Utama