KKN 106 Vyomantara UIN Jakarta Lanjutkan Edukasi Maggot melalui Sosialisasi Tahap 2 di Jurangmangu Timur

    22 Agustus 2026
    3 Menit Baca
    KKN 106 Vyomantara UIN Jakarta Lanjutkan Edukasi Maggot melalui Sosialisasi Tahap 2 di Jurangmangu Timur

    Tangerang Selatan, Berita PPM Online — Kelompok KKN 106 Vyomantara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar “Sosialisasi Maggot Clean Tahap 2” sebagai tindak lanjut dari kegiatan edukasi tahap pertama bagi warga RT 01/RW 05, Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Haji Usman tersebut diikuti oleh 18 warga dan turut dihadiri Lurah Jurangmangu Timur, H. Ahmad Gozali, S.H., M.H.I., serta Ketua RT 01/RW 05 yang akrab disapa Pak Acong.

     

    Kegiatan tahap kedua ini dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman warga mengenai maggot Black Soldier Fly (BSF), sekaligus memberikan pengalaman yang lebih praktis dalam pengelolaan dan budidayanya. Sebelumnya, warga telah memperoleh edukasi mengenai pengenalan maggot, siklus hidup, manfaat, serta dasar-dasar budidaya maggot pada sosialisasi tahap pertama.

     

    Sosialisasi diawali dengan mengulas kembali materi mengenai maggot dan siklus hidupnya. Selanjutnya, mahasiswa KKN 106 Vyomantara memperkenalkan kandang maggot kepada warga sekaligus menjelaskan cara pengelolaannya. Warga juga diperlihatkan secara langsung tahapan pengolahan maggot yang akan dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

     

    Materi praktik mencakup proses mematikan maggot menggunakan air panas yang kemudian dilanjutkan dengan proses penjemuran. Mahasiswa menjelaskan bahwa maggot yang akan dimanfaatkan sebagai pakan ternak, seperti ayam atau ikan, perlu melalui proses pengolahan tersebut.

     

    Kegiatan ini menghadirkan Nur Wahid Fikran Kamil, mahasiswa KKN 106 Vyomantara Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, dan Bagas Prasetyo, mahasiswa KKN 106 Vyomantara Program Studi Manajemen, sebagai narasumber. Keduanya memberikan penjelasan sekaligus pendampingan kepada warga selama rangkaian sosialisasi berlangsung.

     

    Lurah Jurangmangu Timur, H. Ahmad Gozali, S.H., M.H.I., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya membiasakan masyarakat memilah sampah dari rumah berdasarkan jenisnya. Sampah tersebut meliputi sampah organik atau basah, sampah nonorganik yang masih dapat dimanfaatkan kembali, serta sampah yang tidak dapat didaur ulang.

     

    Ia juga menyampaikan gagasan agar sampah yang telah dipilah dapat dikumpulkan secara rutin dan ditimbang secara berkala. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur sekaligus mendukung keberlanjutan program budidaya maggot di lingkungan masyarakat.

     

    Lurah Jurangmangu Timur juga menyampaikan rencana kelanjutan program budidaya maggot pada 2027 dengan anggaran sebesar Rp200 juta. Program tersebut direncanakan sebagai tindak lanjut dari budidaya maggot yang telah diperkenalkan melalui kegiatan KKN 106 Vyomantara. Keberadaan program sebelumnya diharapkan dapat membuat masyarakat lebih familiar dengan pengelolaan maggot sehingga pelaksanaan program berikutnya dapat berjalan lebih mudah.

     

    Sementara itu, Ketua RT 01/RW 05, Pak Acong, menyampaikan rencana tindak lanjut pengelolaan sampah di lingkungan RT. Tempat tinggalnya akan digunakan sebagai salah satu lokasi penampungan setoran sampah dari warga. Sampah yang disetorkan akan ditimbang dan dicatat berdasarkan jumlahnya, kemudian nilai hasil setoran dapat diberikan kepada warga yang berpartisipasi.

     

    Pak Acong juga menyampaikan rencana untuk membantu mencari pemasaran hasil pengelolaan tersebut. Program setoran sampah nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi warga RT 01, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi. Warga kembali diingatkan bahwa budidaya maggot juga dapat dilakukan di lingkungan rumah dengan pengelolaan yang sesuai.

     

    Melalui Sosialisasi Maggot Clean Tahap 2, KKN 106 Vyomantara UIN Jakarta berupaya mendorong keberlanjutan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan memilah, mengumpulkan, dan mengolah sampah secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang pemanfaatan maggot bagi masyarakat.

     

    Penulis: Amalia Hasanah
    Editor: Vanessa Nindi Utama