Ciputat, BERITA PPM Online - Kelompok KKN 110 Jivanartha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kegiatan Forum Anak berupa sosialisasi mengenai pencegahan pelecehan seksual dan bullying di SDIT Al-Hikmah Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Berani Jaga Diri, Berani Peduli” tersebut diikuti oleh 51 siswa kelas 6 SDIT Al-Hikmah.
Kekerasan berbasis gender, khususnya kekerasan seksual, merupakan isu krusial yang dapat mengancam keselamatan, tumbuh kembang, serta martabat anak. Anak-anak berada dalam fase penting dalam pembentukan karakter dan perkembangan fisik sehingga membutuhkan perlindungan serta ruang yang aman untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sejak dini.
Pelecehan seksual pada anak dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik secara verbal, nonverbal, maupun kontak fisik. Tindakan tersebut dapat berupa lelucon atau komentar yang tidak pantas mengenai tubuh, sentuhan fisik tanpa izin, hingga tindakan membujuk atau memaksa anak melakukan sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman dan melanggar batasan dirinya.
Selain pelecehan seksual, perilaku bullying juga perlu mendapat perhatian karena dapat berawal dari tindakan yang dianggap sebagai candaan, ejekan fisik, maupun pemaksaan di antara teman sebaya. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pemahaman kepada anak sejak dini mengenai batasan tubuh, cara menjaga diri, menghargai orang lain, serta keberanian untuk menolak dan meminta bantuan ketika menghadapi tindakan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, materi mengenai anti pelecehan seksual disampaikan oleh Farhah Kamilah, mahasiswa KKN 110 Jivanartha Program Studi Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sementara itu, materi mengenai anti bullying disampaikan oleh Jessyca Anastasya Brilliana Azzahra, mahasiswa KKN 110 Jivanartha Program Studi Ilmu Tasawuf UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk memahami hak atas tubuh sendiri, mengenali area pribadi, serta membedakan sentuhan dan perlakuan yang aman maupun tidak aman. Para siswa juga dilatih untuk memiliki ketegasan dalam menjaga batasan diri, berani mengatakan “tidak” atau meminta seseorang berhenti ketika merasa tidak nyaman, serta menerapkan prinsip STOP–PERGI–CERITA.
Selain itu, siswa diperkenalkan pada orang dewasa yang dapat dipercaya, seperti orang tua, guru, dan tenaga profesional, sebagai pihak yang dapat dimintai bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan edukatif. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan dengan menyimak materi serta aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan menyanyikan lagu dan gerak “Area Privasiku” serta kegiatan kreatif Cap Tangan sebagai simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, saling menghargai, serta menolak segala bentuk pelecehan dan bullying. Antusiasme siswa terlihat hingga akhir kegiatan sehingga seluruh rangkaian sosialisasi dapat berlangsung dengan menyenangkan dan melibatkan siswa secara aktif.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk memahami pentingnya mengenali batasan tubuh, menerapkan nilai-nilai saling menghormati, menjaga batasan diri dan orang lain, serta berani melapor atau meminta bantuan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan dan bullying.
Penulis: Sade Putri Hasina, Rahma Khalida dan Azifah Hafizha Husnullah
Editor: Vanessa Nindi Utama