KKN 122 Abyudaya Dorong Warga Bojongsari Kelola Lingkungan lewat TOGA, Biopori, dan Bank Sampah

    20 Agustus 2026
    2 Menit Baca
    KKN 122 Abyudaya Dorong Warga Bojongsari Kelola Lingkungan lewat TOGA, Biopori, dan Bank Sampah

    Depok, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 122 Abyudaya mengajak masyarakat Kelurahan Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tiga program kerja, yakni penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pembuatan lubang resapan biopori, dan pengelolaan bank sampah.

     

    Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Haji Rimin, Jalan Ali Andong, RT 02/RW 08, Kelurahan Bojongsari Lama, tersebut melibatkan sekitar 20 ibu-ibu warga. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi sekaligus praktik langsung mengenai pemanfaatan barang bekas, pengelolaan sampah, dan upaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

     

    Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan sudut TOGA dengan memanfaatkan galon plastik bekas sebagai pot tanaman. Bersama warga, mahasiswa KKN mengumpulkan, menghias, dan mengubah galon bekas menjadi media tanam untuk berbagai tanaman herbal, seperti jahe, kunyit, dan serai.

     

    Selain praktik penanaman, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai manfaat tanaman obat keluarga bagi kesehatan serta pentingnya mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah rumah tangga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri.

     

    Dalam rangkaian kegiatan yang sama, mahasiswa KKN 122 Abyudaya juga mengajak warga membuat lubang resapan biopori di lingkungan permukiman. Biopori dibuat sebagai salah satu upaya meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan sekaligus menjadi tempat penguraian sampah organik secara alami.

     

    Tidak berhenti pada TOGA dan biopori, mahasiswa turut mengenalkan konsep bank sampah kepada masyarakat. Sampah plastik yang masih memiliki nilai jual dikumpulkan dan dipilah, sementara sampah yang tidak dapat didaur ulang diarahkan untuk ditampung dan dikelola dengan lebih baik. Melalui pengelolaan tersebut, sampah plastik tidak hanya berkurang, tetapi juga berpotensi memberikan penghasilan tambahan bagi warga.

     

    Pelaksanaan tiga program dilakukan dalam satu hari dengan teknis yang berbeda. Sosialisasi dan praktik penanaman TOGA berlangsung di Masjid Jami’ Haji Rimin, sedangkan kegiatan pembuatan biopori dan pengelolaan bank sampah dilaksanakan secara langsung di rumah-rumah warga. Anggota KKN dibagi sesuai tugas masing-masing sehingga kegiatan dapat berjalan secara bersamaan di beberapa lokasi.

     

    Anggota KKN 122 Abyudaya yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Kemal Syahid Mubarok, Aulia Lutfi Alawiyah, dan Muhammad Ridho Putranto.

     

    Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKN 122 Abyudaya berharap masyarakat dapat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pemanfaatan barang bekas, pengelolaan sampah, serta peningkatan resapan air diharapkan menjadi langkah sederhana yang dapat terus diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Penulis: Farah Firsta Denita
    Editor: Annisa Khafi Rabbani