Pamijahan, BERITA PPM ONLINE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 145 Adhikara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan sosialisasi mengenai UMKM dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pengembangan usaha dan akses pembiayaan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus narasumber kegiatan menyampaikan bahwa sosialisasi UMKM dan KUR merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Selain sosialisasi terkait UMKM dan KUR, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan UMKM. Kegiatan di Kecamatan Pamijahan tersebut dihadiri oleh pelaku UMKM serta sejumlah unsur masyarakat setempat.
Menurut Prof. Dr. Lukman, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam menjalankan pengabdian secara langsung. Ia berharap mahasiswa dapat menjadi teladan sekaligus memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat di wilayah KKN.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Forum UMKM Kecamatan Pamijahan, Didin Rayudin. Ia menilai pelaku UMKM di wilayahnya masih menghadapi sejumlah kendala, khususnya dalam pemasaran produk dan akses terhadap layanan yang dapat membantu pengembangan usaha.
“Salah satu kendalanya adalah mengakses perbankan dan kesulitan bagi para UMKM untuk memasarkan produknya,” ujar Didin. Ia menjelaskan bahwa dibandingkan beberapa wilayah lain yang telah memiliki sarana atau akses pemasaran tertentu, UMKM di Kecamatan Pamijahan masih menghadapi keterbatasan dalam hal tersebut.
Menurut Didin, sosialisasi yang diberikan mahasiswa KKN dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pelaku UMKM untuk memahami akses pembiayaan maupun peluang pengembangan usaha. Namun, ia juga menyoroti adanya kesenjangan antara informasi mengenai KUR yang diterima dalam kegiatan sosialisasi dengan pengalaman pelaku UMKM ketika mengaksesnya secara langsung.
“Begitu diakses, kenyataan beda dengan keadaan saat di ruang sosialisasi,” ungkapnya. Menurut Didin, akses KUR bagi sebagian UMKM masih dirasakan sulit, meskipun secara teori berbagai lembaga pembiayaan kerap menyampaikan bahwa KUR mudah diakses.
Ia berharap akses KUR bagi UMKM yang telah memenuhi persyaratan dapat semakin terbuka sehingga pelaku usaha yang memiliki potensi untuk berkembang dapat meningkatkan produktivitas dan naik kelas. Didin juga menekankan bahwa kemudahan tersebut tetap perlu disesuaikan dengan standar operasional dan persyaratan yang berlaku.
Dari sisi peserta sosialisasi, kegiatan tersebut dinilai memberikan tambahan wawasan bagi pelaku UMKM. Salah satu peserta, Desi dari Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dapat membantu peserta memperoleh pengetahuan baru sekaligus meningkatkan semangat dalam menjalankan usaha. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan memberikan informasi mengenai KUR, termasuk mengenai pinjaman dengan bunga yang relatif rendah.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Muhamad Farkhan Isa'ad menilai kegiatan sosialisasi menjadi penting melihat potensi UMKM yang cukup banyak di wilayah Desa Pemijahan. Menurutnya, masih terdapat kebutuhan untuk meningkatkan akses dan pengetahuan pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan usaha yang semakin modern.
Ia berharap pengetahuan yang diberikan oleh narasumber dapat dipahami dan diterapkan oleh masyarakat dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis UMKM. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan usaha masyarakat.
Kegiatan sosialisasi UMKM dan KUR tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah dan unsur masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal. Melalui peningkatan pengetahuan, akses informasi, serta pemanfaatan teknologi dan pembiayaan yang tepat, pelaku UMKM diharapkan dapat semakin siap mengembangkan usahanya dan menghadapi tantangan di masa mendatang.
Penulis: Muhamad Farkhan Isa'ad
Editor: Vanessa Nindi Utama