Bogor, Berita PPM Online – KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kelompok 152 Abdi Muda menggelar sosialisasi anti-bullying bagi siswa SDN 02 Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang berlangsung selama satu minggu tersebut menyasar siswa kelas 3 hingga kelas 6 dengan jumlah peserta lebih dari 240 siswa.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya kasus perundungan di lingkungan pendidikan. Perilaku yang kerap dianggap sebagai candaan, seperti mengejek, mengucilkan, hingga melakukan kekerasan secara fisik, dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis dan perkembangan anak.
Berdasarkan data gabungan KPAI dan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang dihimpun Pusiknas Polri, kasus perundungan di lingkungan pendidikan tercatat meningkat dari 285 kasus pada 2023 menjadi 573 kasus pada 2024. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya edukasi dan pencegahan perundungan sejak dini.
Berangkat dari kondisi tersebut, KKN 152 Abdi Muda berinisiatif memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya membangun hubungan yang saling menghargai antarsesama. Edukasi ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Pelaksanaan sosialisasi dilakukan secara bertahap berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas 6 mengikuti kegiatan pada Senin, kelas 5 pada Rabu, kelas 4 pada Kamis, dan kelas 3 pada Jumat. Melalui pembagian tersebut, mahasiswa dapat menyampaikan materi dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, serta dampaknya terhadap korban maupun pelaku. Materi juga dilengkapi dengan pemutaran video agar siswa dapat lebih mudah memahami situasi perundungan yang mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah mengikuti sosialisasi, para siswa diajak untuk memahami bahwa tindakan mengejek, mengucilkan, menyakiti, maupun melakukan kekerasan kepada teman bukanlah bentuk candaan yang dapat dibenarkan. Mahasiswa juga mengajak siswa untuk menumbuhkan rasa empati, saling menyayangi, membantu teman, dan berani menyampaikan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan pengalaman dan perasaan mereka. Beberapa siswa mengaku pernah mengalami tindakan perundungan, tetapi tidak mengetahui cara menyikapinya sehingga memilih memendam perasaan tersebut.
Sebagai bentuk komitmen bersama, para siswa kemudian diajak untuk berjanji tidak melakukan tindakan bullying. Mereka juga saling memaafkan, merangkul, dan memberikan dukungan kepada teman yang merasa sedih. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang memberikan kesan bagi mahasiswa KKN 152 Abdi Muda karena siswa tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak mempraktikkan nilai empati dan kepedulian secara langsung.
Pihak sekolah turut memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala Sekolah SDN 02 Desa Kota Batu, Resti Indria, S.Pd., menyambut baik sosialisasi yang diberikan mahasiswa KKN sebagai langkah edukatif untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai perundungan.
Melalui kegiatan ini, KKN 152 Abdi Muda UIN Jakarta berharap siswa dapat memahami bahwa sekolah merupakan tempat untuk belajar, bermain, bertumbuh, dan berkembang bersama. Kesadaran mengenai bahaya perundungan diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih percaya diri, saling menghargai, serta menciptakan lingkungan pertemanan yang aman dan positif.
Sosialisasi anti-bullying tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter anak sejak dini. Dengan menanamkan nilai empati, kasih sayang, dan sikap saling menolong, KKN 152 Abdi Muda berharap langkah sederhana tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan siswa di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Penulis: Siti Mudrikah
Editor: Vanessa Nindi Utama