KKN 213 Wiyata Cakra UIN Jakarta Gelar Sosialisasi Body Boundaries dan PHBS: “Kenali Tubuhmu, Lindungi Dirimu, dan Jaga Dirimu”

    25 Agustus 2026
    4 Menit Baca
    KKN 213 Wiyata Cakra UIN Jakarta Gelar Sosialisasi Body Boundaries dan PHBS: “Kenali Tubuhmu, Lindungi Dirimu, dan Jaga Dirimu”

    Tapos, BERITA PPM Online - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 213 Wiyata Cakra Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan salah satu program kerja di bidang kesehatan. Kegiatan Sosialisasi Body Boundaries dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2026, pukul 08.00 - 10.00 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan di SMP 2 Tapos, Tenjo, Bogor.

     

    Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bekerjasama melaksanakan salah satu program kerja berupa kegiatan sosialisasi mengenai Body Boundaries dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada peserta didik SMPN 2 di Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN dan Bidan Desa yaitu Ibu Bidan Nurayuni.S.Tr.Keb dan Ibu Bidan Yesi Mandasari, S.K.M. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya perlindungan diri sekaligus penerapan pola hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

     

    Dalam sosiasialisasi disampaikan mengenai Body Boundaries. Dalam kegiatan ini, peserta didik diajak memahami pertanyaan sederhana namun penting, yaitu apakah semua orang boleh menyentuh tubuh kita. Melalui pertanyaan tersebut, Bidan Desa mengajak anak-anak untuk mulai mengenali tubuh dan memahami pentingnya menjaga diri. Dalam sosialisasi menjelaskan bahwa body boundaries merupakan batas yang dimiliki seseorang terhadap tubuh dan ruang pribadinya.

     

    Ibu Bidan Nurayuni.S.Tr.Keb menjelaskan bahwa menjaga batasan tubuh dapat dilakukan dengan beberapa cara sederhana, seperti meminta izin sebelum menyentuh orang lain, menghormati penolakan, serta tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Anak-anak juga diberikan pemahaman bahwa mereka berhak menentukan batasan terhadap tubuhnya dan harus menghargai batasan tubuh orang lain.

     

    Dalam materi Body Boundaries, peserta juga diperkenalkan dengan konsep consent atau persetujuan. Dijelaskan bahwa persetujuan harus diberikan secara sukarela, jelas, dan tanpa paksaan. Persetujuan juga dapat berubah kapan saja sehingga ketika seseorang mengatakan “tidak”, maka penolakan tersebut harus dihormati. Edukasi Body Boundaries juga diperluas pada lingkungan digital. Anak-anak diingatkan untuk tidak membagikan foto pribadi, tidak meminta foto pribadi orang lain, serta meminta izin sebelum mengunggah foto teman. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa tindakan memblokir dan melaporkan dapat dilakukan apabila menemukan perilaku di dunia digital yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

     

    Selain Body Boundaries, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Materi PHBS dijelaskan oleh Ibu Bidan Yesi Mandasari, S.K.M mengenai PHBS merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan berdasarkan kesadaran pribadi sehingga seseorang maupun keluarga dapat menjaga kesehatan secara mandiri dan berperan aktif dalam kehidupan masyarakat. Dalam lingkungan sekolah, PHBS dilaksanakan dengan melibatkan guru, siswa, serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat.

     

    Ibu Bidan Yesi Mandasari, S.K.M menjelaskan bahwa penerapan PHBS di sekolah memiliki berbagai manfaat, antara lain meningkatkan kesadaran untuk menjalankan hidup bersih dan sehat, mencegah serta menanggulangi masalah kesehatan, menciptakan lingkungan yang sehat, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat juga diharapkan dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar.

     

    Penyampaian kedua materi dilakukan secara interaktif agar peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat memahami dan mengingat materi dengan lebih mudah. Ibu Bidan dan Mahasiswa KKN mengajak peserta untuk berpartisipasi melalui pertanyaan dan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan pendekatan tersebut, materi mengenai perlindungan diri dan pola hidup sehat diharapkan dapat diterima secara menyenangkan dan tidak terkesan menakutkan.

     

    Melalui kegiatan ini, KKN 213 Wiyata Cakra berharap peserta dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya mengenali tubuh, menghormati batasan diri dan orang lain, berani mengatakan tidak terhadap sentuhan atau perilaku yang membuat tidak nyaman, serta mengetahui kepada siapa harus bercerita ketika menghadapi situasi yang tidak aman. Di sisi lain, peserta juga diharapkan mampu menerapkan PHBS melalui kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi jajanan sehat, berolahraga, dan membuang sampah pada tempatnya.

     

    Penulis: Anissa Cahya Wardani
    Editor: Vanessa Nindi Utama