KKN 215 JANASEVA UIN Jakarta Buat dan Resmikan Incinerator Sampah di Desa Ciomas

    4 September 2026
    3 Menit Baca
    KKN 215 JANASEVA UIN Jakarta Buat dan Resmikan Incinerator Sampah di Desa Ciomas

    Ciomas, BERITA PPM ONLINE Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) JANASEVA Kelompok 215 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan pembuatan dan peresmian incinerator sampah sebagai salah satu upaya membantu masyarakat dalam mengelola sampah di Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Pembuatan incinerator dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2026), sedangkan peresmian dilakukan pada Minggu (23/8/2026) di Lebak Kanibah, RT 002/RW 002, Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.

     

    Program tersebut dilatarbelakangi oleh persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi perhatian di lingkungan Desa Ciomas. Sampah yang dihasilkan setiap hari berpotensi menumpuk apabila tidak didukung dengan sarana pengelolaan yang memadai. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan, termasuk kawasan di sekitar aliran kali.

     

    Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN JANASEVA Kelompok 215 berinisiatif menghadirkan incinerator sampah sebagai salah satu sarana pengolahan sampah di lingkungan masyarakat. Pembuatan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi volume sampah serta memberikan alternatif pengelolaan sampah yang lebih terarah dibandingkan pembakaran secara terbuka.

     

    Proses pembuatan incinerator dilaksanakan oleh anggota KKN JANASEVA Kelompok 215 dengan melibatkan seorang tenaga tukang. Pembuatan dilakukan di lokasi yang berada di dekat posko KKN, tepatnya di Lebak Kanibah, RT 002/RW 002, Desa Ciomas.

     

    Setelah proses pembuatan selesai, incinerator kemudian diresmikan pada Minggu (23/8/2026). Kegiatan peresmian turut dihadiri oleh anggota KKN JANASEVA Kelompok 215, Sekretaris Desa Ciomas, serta beberapa perwakilan RT dan RW setempat.

     

    Sekretaris Desa Ciomas, Rizal Pahlevi, S.E., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN JANASEVA dalam menghadirkan sarana pengelolaan sampah tersebut. Menurutnya, keberadaan incinerator dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Kampung Lebak Nibah yang berada di sekitar lokasi.

     

    “Dengan adanya incinerator ini, kami berharap dapat meminimalisasi kebiasaan warga membuang sampah ke kali. Lokasinya yang berada di dekat kali juga menjadi salah satu upaya agar sampah dapat dikelola dengan lebih baik, sehingga kebersihan lingkungan dan area sekitar kali dapat tetap terjaga,” ujar Rizal Pahlevi, S.E.

     

    Ia juga berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Koordinasi antara pengurus RT dan RW dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan penggunaan incinerator di lingkungan masyarakat.

     

    Sementara itu, warga Desa Ciomas, Amil Samsu, menyampaikan tanggapan positif terhadap keberadaan incinerator. Sebelum fasilitas tersebut tersedia, sebagian warga masih membuang sampah ke kali karena keterbatasan sarana pengelolaan sampah. Sampah kering juga kerap dibakar di tempat seadanya di sekitar rumah atau warung.

     

    Menurut Amil Samsu, keberadaan incinerator membantu masyarakat mengelola sampah rumah tangga dengan lebih teratur. Ia mengaku telah memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membakar sampah yang berasal dari rumah dan area kos-kosan di sekitar lokasi.

     

    “Abah merasa senang sekali, ada manfaatnya buat Abah dan masyarakat. Tiap pagi Abah sudah pakai untuk membakar sampah dari rumah dan area kos-kosan. Sampah jadi teratur, langsung dibakar, dan bermanfaat sekali,” ujar Amil Samsu.

     

    Ia berharap incinerator dapat terus berfungsi dan dirawat dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan ke kali yang berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan.

     

    “Harapannya semoga bermanfaat seterusnya, jangan sampai ada kendala atau rusak. Semoga berjalan terus supaya warga tidak buang sampah sembarangan lagi ke kali yang bisa bikin pencemaran dan penyakit gatal-gatal,” tambahnya.

     

    Melalui program pembuatan dan peresmian incinerator sampah ini, KKN JANASEVA Kelompok 215 UIN Jakarta berharap fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu menyediakan sarana pengelolaan sampah sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan Desa Ciomas.

     

    Penulis: Anissa Fauziah
    Editor: Vanessa Nindi Utama