KKN 244 Jagratara UIN Jakarta Edukasi 90 Santri Ponpes Al Barkah tentang Kesehatan Reproduksi dan Interaksi Positif

    25 Agustus 2026
    3 Menit Baca
    KKN 244 Jagratara UIN Jakarta Edukasi 90 Santri Ponpes Al Barkah tentang Kesehatan Reproduksi dan Interaksi Positif

    Tangerang, BERITA PPM Online - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 244 Jagratara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar program Sosialisasi Kesehatan Reproduksi dan Interaksi Positif (SERASI) di Ponpes Al Barkah, Desa Babat, Kecamatan Legok, Sabtu (22/08/2026). Kegiatan ini menghadirkan seorang narasumber yang merupakan Bidan di Desa Babat dan dihadiri oleh 90 santri dari Ponpes Al Barkah.

     

    Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja KKN di Bidang Kesehatan. Melalui kegiatan ini, kelompok KKN 244 Jagratara berupaya untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan santri, serta mendorong terciptanya pola interaksi sosial yang sehat, saling menghargai, dan bebas dari perundungan maupun kekerasan verbal di lingkungan pondok pesantren.

     

    Sosialisasi dilaksanakan pada pukul 13.30 hingga 15.30 yang bertempat di aula Pondok Pesantren Al-Barkah. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Faiq Jihannudin selaku Ketua Kelompok KKN 244 Jagratara. Dalam sambutannya, ia menjelaskan gambaran umum kegiatan sekaligus menekankan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan membangun interaksi positif khususnya di lingkungan pesantren. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Elli Hartati, salah seorang Bidan yang ada di Desa Babat.

     

    Dalam pemaparannya, Elli Hartati mengangkat tema "Menghindari Pergaulan Bebas dan Menjaga Kesehatan Reproduksi Remaja". Ia membuka materi dengan menjelaskan pengertian pergaulan bebas, yakni interaksi sosial yang telah melampaui batasan norma agama dan sosial. Ia mengingatkan santri untuk selektif dalam memilih teman, karena lingkup pertemanan turut memengaruhi arah kepribadian seseorang.

     

    Kemudian Elli juga memaparkan sejumlah bentuk perilaku yang tergolong pergaulan bebas, mulai dari seks bebas, penyalahgunaan narkoba, konsumsi alkohol, merokok, tindak kekerasan, hingga paparan konten pornografi. Ia menekankan bahwa keterpaparan terhadap konten pornografi dapat menjadi pintu awal menuju perilaku berisiko lainnya.

     

    “Konten pornografi berasal dari handphone, makanya pergunakanlah HP dengan baik,” pesannya kepada para santri.

     

    Selain itu, ia turut mengangkat isu perundungan (bullying) dan mengajak seluruh santri untuk tidak melakukan maupun membiarkan tindakan tersebut terjadi di lingkungan sekitar.

     

    Materi kemudian berlanjut pada pembahasan kesehatan reproduksi remaja. Elli menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan bebas dari penyakit, tetapi juga mencakup kondisi fisik, mental, dan sosial yang menyeluruh. Ia turut mengimbau peserta perempuan untuk memperhatikan kondisi tubuh, terutama saat menstruasi.

     

    “Semisalkan untuk perempuan kalau haid, kalian bisa minum obat tablet penambah darah,” jelas Elli.

     

    Sebagai penutup materi, Elli membagikan sejumlah langkah yang dapat diterapkan santri untuk menjaga kesehatan reproduksi, di antaranya menjaga kebersihan area intim, mengonsumsi makanan bergizi, menghindari perilaku seks berisiko, serta menerapkan pola hidup sehat sehari-hari. Ia berharap para santri dapat lebih memahami dampak pergaulan bebas serta lebih sadar dalam menjaga kesehatan reproduksinya masing-masing.

     

    Selain penyampaian materi dari narasumber, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian tablet tambah darah untuk santri perempuan sebagai bentuk pencegahan anemia pada remaja putri.

     

    Melalui kegiatan SERASI ini, KKN 244 Jagratara berharap para santri dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta membangun interaksi sosial yang positif dan bebas dari perundungan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi para santri dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat.

     

    Penulis: Anra Fanresa
    Editor: Vanessa Nindi Utama