KKN 260 Soraya UIN Jakarta Ajak Warga Kedaung Barat Kelola Sampah Organik lewat Biopori

    22 Agustus 2026
    2 Menit Baca
    KKN 260 Soraya UIN Jakarta Ajak Warga Kedaung Barat Kelola Sampah Organik lewat Biopori

    Tangerang, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 260 Soraya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Biopori bagi masyarakat di Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (11/8/2026).

     

    Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–18.00 WIB tersebut dilaksanakan di Mushola Al-Muhajirin RT/RW 03/04 dan diikuti oleh 30 warga dari RT/RW 002/004 dan RT/RW 003/004. Kegiatan turut dihadiri Ketua Karang Taruna, Indra, serta Ketua RT 003, Umar Faruq.

     

    Sosialisasi dan pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan, khususnya melalui pemanfaatan lubang biopori. Biopori merupakan lubang yang dibuat secara vertikal di dalam tanah untuk membantu meningkatkan penyerapan air sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai media pengolahan sampah organik menjadi kompos.

     

    Dalam kegiatan tersebut, materi dan praktik pembuatan biopori disampaikan oleh Ziyadizad Kaysannazh Kafi selaku PIC program kerja Biopori KKN 260 Soraya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai fungsi dan manfaat biopori, tetapi juga diperkenalkan secara langsung dengan alat dan bahan serta diajak mempraktikkan proses pembuatannya.

     

    Dalam praktiknya, lubang biopori dibuat menggunakan bor biopori dengan kedalaman sekitar 80–100 sentimeter dan diameter sekitar 10 sentimeter. Pada bagian permukaan, lubang dapat diberi pipa atau paralon berlubang agar tetap terbuka dan tidak mudah longsor. Lubang tersebut kemudian dapat diisi dengan sampah organik, seperti sisa sayuran, daun kering, dan kulit buah.

     

    Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan mengalami proses penguraian secara alami oleh mikroorganisme di dalam tanah. Selain membantu mengurangi sampah organik, proses tersebut menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah. Lubang biopori juga menjadi tempat masuknya air ke dalam tanah sehingga dapat membantu meningkatkan daya resap air dan mengurangi genangan di lingkungan sekitar.

     

    Peserta kemudian diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan lubang biopori. Melalui praktik tersebut, masyarakat diperkenalkan pada alat dan bahan yang diperlukan serta cara penerapannya secara sederhana di lingkungan tempat tinggal.

     

    KKN 260 Soraya juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya perawatan lubang biopori. Sampah organik perlu ditambahkan secara berkala ketika isinya mulai berkurang akibat proses penguraian. Dengan perawatan yang sederhana, lubang biopori dapat digunakan secara berkelanjutan untuk membantu mengelola sampah organik sekaligus menjaga kondisi lingkungan.

     

    Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan masyarakat secara berkelanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah organik, serta meningkatkan daya resap air di sekitar tempat tinggal.

     

    Penulis: Ananda Putri Ramadhani
    Editor: Annisa Khafi Rabbani