Kayu Bongkok, BERITA PPM Online - Kelompok KKN Reguler SVADAYA 264 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menginisiasi kegiatan Karnaval 17 Agustus bersama masyarakat Desa Kayu Bongkok, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi kegiatan karnaval pertama yang diselenggarakan di Desa Kayu Bongkok.
Kegiatan ini dirancang secara bertahap mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Tahapan tersebut meliputi sosialisasi dan koordinasi kegiatan, Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga, pembentukan panitia gabungan, persiapan teknis, pelaksanaan karnaval, hingga publikasi dan dokumentasi.
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus merupakan momentum penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan semangat kebangsaan. Di berbagai daerah, momen ini kerap dirayakan melalui beragam kegiatan, salah satunya adalah karnaval kostum yang tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wadah ekspresi kreativitas, penguatan solidaritas warga, serta media edukasi nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda. Namun, hal ini menjadi persoalan yang cukup menarik, karena menurut kepala desa kayu bongkok bapak H. Hamdani, “di desa Kayu Bongkok, Kec. Sepatan, Kab. Tangerang, sebelumnya belum pernah menyelenggarakan kegiatan karnaval 17 Agustus sejak desa ini berdiri”. Karena itu, perayaan Hari Kemerdekaan yang berlangsung setiap tahunnya menurut tim KKN masih terbatas pada kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial dan belum melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara menyeluruh.
Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja, mengingat besarnya potensi dan antusiasme warga, khususnya anak-anak dan kalangan pemuda desa, yang selama ini belum memiliki ruang untuk menyalurkan kreativitas dan kebersamaan dalam momen kemerdekaan. Jika tidak segera diambil langkah nyata, dikhawatirkan semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap perayaan hari besar nasional di tingkat desa akan semakin memudar, serta hilangnya kesempatan bagi masyarakat untuk membangun kebersamaan lintas RT/RW yang sesungguhnya dapat mempererat tali silaturahmi antar-warga. Oleh sebab itu, diperlukan upaya inisiasi, memfasilitasi, dan pendampingan yang dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat secara langsung, sehingga antusiasme dan partisipasi mereka terhadap perayaan Hari Kemerdekaan dapat tumbuh dan terus berkembang.
Melihat kondisi tersebut, Peserta KKN Reguler SVADAYA 264 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta segera mengambil langkah konkrit dengan menginisiasi kegiatan Karnaval 17 Agustus sebagai kegiatan perdana yang belum pernah ada sebelumnya di Desa Kayu Bongkok. Kebutuhan ini menjadi semakin relevan apabila dikaitkan dengan kondisi masyarakat setempat yang memiliki karakteristik warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, serta belum adanya program serupa sebelumnya yang dapat menjadi wadah kebersamaan dalam merayakan hari kemerdekaan. Upaya yang dirancang perlu benar-benar menyentuh semangat kebersamaan warga, bukan sekadar seremonial belaka, sehingga kegiatan ini dapat menjadi tonggak awal lahirnya tradisi baru di desa tersebut.
Atas dasar itulah, kegiatan Karnaval 17 Agustus ini dipandang perlu untuk dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung semangat kebangsaan, memperkuat kohesi sosial masyarakat desa, serta mewujudkan masyarakat yang lebih kreatif, guyub, dan bangga terhadap identitas kebangsaannya. Selain menjawab kebutuhan akan ruang ekspresi dan kebersamaan warga, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa yang sedang KKN di desa ini untuk turut serta membangun fondasi tradisi baru, sebagai penerapan fungsi mahasiswa khususnya dalam aspek pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi warga Desa Kayu Bongkok.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, harapan kedepannya, yaitu seluruh elemen masyarakat Desa Kayu Bongkok dapat merasakan pengalaman baru dalam merayakan Hari Kemerdekaan RI secara lebih meriah, partisipatif, dan bermakna, sekaligus mempererat kebersamaan antar-warga lintas RT/RW. Besar harapan agar kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan saja, melainkan menjadi titik awal lahirnya tradisi Karnaval 17 Agustus yang dapat diselenggarakan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat Desa Kayu Bongkok pada tahun-tahun berikutnya.
Kegiatan Karnaval 17 Agustus dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026, mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WIB. Rangkaian kegiatan berlangsung di sejumlah titik, mulai dari Kantor Desa Kayu Bongkok, Pos Siskamling, Gazebo Koco di Kampung Kosambi Ambon, hingga SMP Plus-SMK As-Sa’adah 2.
Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan aparatur desa, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Taruna Desa Kayu Bongkok, peserta KKN Reguler SVADAYA 264 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta seluruh elemen masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti sekitar 1.000 peserta.
Menyadari bahwa pelaksanaan karnaval satu hari saja tidak cukup untuk benar-benar menumbuhkan tradisi perayaan Hari Kemerdekaan yang berkelanjutan di Desa Kayu Bongkok, panitia sekaligus tim KKN Reguler SVADAYA 264 sepakat bahwa kegiatan ini perlu dilengkapi dengan gagasan dan inovasi tambahan yang lebih konkret di luar rangkaian pawai kostum itu sendiri. Salah satu persoalan mendasar yang kerap luput dari perhatian adalah minimnya variasi kegiatan pendukung dalam perayaan 17 Agustus di desa, di mana selama ini momentum kemerdekaan hanya dilalui begitu saja tanpa adanya rangkaian acara yang benar-benar melibatkan seluruh kalangan warga, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Padahal, semarak Hari Kemerdekaan bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momentum strategis untuk membangun kebersamaan lintas usia dan lintas RT/RW yang selama ini jarang tercipta dalam kegiatan sehari-hari.
Berangkat dari kesadaran tersebut, tim KKN tidak hanya berhenti pada perencanaan pawai karnaval semata, melainkan turut menggagas serangkaian inovasi tambahan untuk memperkaya kemeriahan 17 Agustus di Desa Kayu Bongkok. Beberapa gagasan yang diinisiasi antara lain penyelenggaraan lomba-lomba rakyat khas kemerdekaan (seperti lomba makan kerupuk, balap karung, dan hias kostum kreatif) yang dirangkaikan langsung dengan rute karnaval, penentuan tema tahunan agar karnaval memiliki ciri khas dan identitas dari tahun ke tahun, serta penyusunan panduan teknis sederhana (SOP) pelaksanaan karnaval yang dapat menjadi acuan bagi warga dalam menyelenggarakan kegiatan serupa secara mandiri pada tahun-tahun berikutnya. Pendampingan dalam penyusunan gagasan ini dilakukan secara partisipatif dan interaktif bersama karang taruna dan tokoh masyarakat, mengingat pentingnya melibatkan warga sejak tahap perencanaan agar tradisi ini benar-benar tumbuh dari dan untuk masyarakat itu sendiri.
Langkah inovasi dan penyusunan panduan teknis ini dipandang sebagai fondasi awal yang krusial, sebab semeriah apapun pelaksanaan karnaval pada tahun pertama, tanpa adanya dokumentasi konsep dan arahan teknis yang jelas, warga desa akan kesulitan untuk melanjutkan dan mengembangkan kegiatan ini secara mandiri setelah masa KKN berakhir. Oleh karena itu, kehadiran tim KKN dalam proses ini bukan hanya sebagai pelaksana kegiatan satu kali, melainkan juga sebagai penggagas fondasi tradisi baru yang dirancang agar dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Dengan adanya gagasan tambahan berupa lomba-lomba rakyat, penentuan tema tahunan, dan penyusunan panduan teknis pelaksanaan karnaval ini, diharapkan kegiatan Karnaval 17 Agustus tidak hanya meninggalkan kesan seremonial semata, melainkan benar-benar memberikan dampak yang dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan oleh masyarakat Desa Kayu Bongkok. Melalui kombinasi antara kemeriahan pawai kostum dan penguatan fondasi penyelenggaraan yang terstruktur, warga desa diharapkan mampu melangkah lebih percaya diri untuk terus melestarikan dan mengembangkan tradisi Karnaval 17 Agustus secara mandiri di tahun-tahun mendatang.
Penulis: Hasna Zalfa Taqiyyah
Editor: Vanessa Nindi Utama