Panongan, BERITA PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 271 Astravendeka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying bagi siswa SD Negeri 3 Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja di bidang pendidikan yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai perundungan serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Kegiatan dikemas secara interaktif agar materi dapat diterima dengan mudah oleh para siswa. Mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman mengenai perundungan, tetapi juga mengajak siswa mengenali berbagai bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, serta langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.
Kegiatan diawali dengan sesi tanya jawab untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai bullying. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, dampak terhadap korban, serta tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi perundungan.
Materi disampaikan oleh Muhammad Jazuli dengan menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan usia siswa. Para siswa diajak memahami bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat berbentuk ucapan, ejekan, pengucilan, maupun tindakan lain yang dapat menyakiti perasaan dan menurunkan rasa percaya diri seseorang.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, mahasiswa KKN 271 Astravendeka kemudian mengajak para siswa menyaksikan film pendek bertema bullying. Film tersebut menggambarkan pengalaman dan perasaan seseorang ketika menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.
Setelah pemutaran film selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi renungan. Para siswa diajak memahami kembali pesan yang disampaikan sekaligus merefleksikan perilaku mereka terhadap teman-teman di lingkungan sekolah. Suasana haru terlihat selama kegiatan berlangsung. Beberapa siswa bahkan saling berpelukan dan meminta maaf kepada teman sebagai bentuk refleksi serta tumbuhnya kesadaran dan empati terhadap dampak perundungan.
Sebagai bagian dari rangkaian penutup, mahasiswa menyediakan media “Pohon Harapan” yang dapat digunakan siswa untuk menuliskan cerita, pengalaman, maupun harapan mereka. Sejumlah siswa menuliskan pengalaman pribadi terkait perundungan yang pernah dialami atau disaksikan.
Cerita dan pesan yang dituliskan siswa menjadi pengingat bahwa bullying bukan sekadar candaan. Ucapan maupun perlakuan yang dianggap sederhana dapat meninggalkan luka dan memengaruhi rasa percaya diri seseorang. Pesan-pesan tersebut kemudian dibacakan dalam sesi penutup sebagai bagian dari refleksi bersama.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai bullying, tetapi juga diajak untuk menghargai perbedaan, menjaga ucapan dan perilaku, serta membangun hubungan pertemanan yang saling mendukung dan menghormati.
KKN 271 Astravendeka UIN Jakarta berharap kegiatan sosialisasi anti-bullying dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih aman dan nyaman. Para siswa diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dengan berani menolak perundungan, tidak menjadi pelaku maupun sekadar penonton, serta berani membantu dan mendukung teman yang mengalami bullying.
Penulis: Fajar Raihan Sibarani
Editor: Vanessa Nindi Utama