KKN 289 Kalantara UIN Jakarta Edukasi Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Ekoenzim di Kelurahan Sukamulya

    22 Agustus 2026
    2 Menit Baca
    KKN 289 Kalantara UIN Jakarta Edukasi Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Ekoenzim di Kelurahan Sukamulya

    Tangerang, Berita PPM Online — Kelompok KKN 289 Kalantara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar seminar pembuatan produk turunan F2 ekoenzim berupa sabun cuci piring di rumah Ketua Forum Peduli Sesama, Kampung Kadu, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 25 peserta tersebut menjadi bagian dari edukasi dan inovasi pengolahan sampah organik, khususnya bagi pengelola TPS3R Kelurahan Sukamulya dan masyarakat secara umum.

     

    Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan pemanfaatan ekoenzim menjadi produk turunan yang ramah lingkungan. Selain memberikan pengetahuan mengenai pembuatan sabun cuci piring, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong keberlanjutan pengolahan sampah organik sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat Kelurahan Sukamulya.

     

    Seminar dihadiri oleh Lurah Sukamulya, ketua RT dan RW setempat, pengelola TPS3R, ibu-ibu PKK, serta masyarakat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya KKN 289 Kalantara dalam membangun kerja sama dengan perangkat kelurahan dan kelompok masyarakat dalam pengembangan program pengelolaan sampah.

     

    Dalam sambutannya, Lurah Sukamulya menyampaikan bahwa TPS3R di wilayah tersebut telah menghasilkan sejumlah produk dari kegiatan pengelolaan sampah, termasuk ekoenzim, bubuk, serta produk yang berkaitan dengan budidaya maggot. Produk-produk tersebut juga telah dipasarkan secara daring.

     

    “TPS 3R menghasilkan beberapa produk, ada ekoenzim, ada bubuk dan ada kaitan dengan maggot dan dijual secara online. Dari hasil tersebut, Kelurahan Sukamulya dipanggil ke pemerintah daerah dan dijadikan lokus tempat pengelolaan sampah terbaik, dan Kelurahan Sukamulya diminta 3.600 liter ekoenzim yang akan disebar ke wilayah Kabupaten Tangerang,” ujar Lurah Sukamulya.

     

    Melalui seminar tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan ekoenzim sebagai bahan dasar produk turunan berupa sabun cuci piring. Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai guna hasil pengolahan sampah organik sekaligus menghasilkan produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Kegiatan ini juga menjadi langkah awal KKN 289 Kalantara UIN Jakarta dalam mendorong pengembangan program yang berkelanjutan bersama perangkat Kelurahan Sukamulya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang melalui pemanfaatan hasil pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna dan berpotensi ekonomi.

     

    Melalui program tersebut, KKN 289 Kalantara UIN Jakarta berharap masyarakat dapat semakin memahami bahwa pengelolaan sampah organik tidak berhenti pada proses pengurangan sampah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki manfaat lingkungan sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.

     

    Penulis: Masjodi Alvin Azizi
    Editor: Vanessa Nindi Utama