KKN 293 Senandika Bhava UIN Jakarta Edukasi Warga Sindangasih Manfaatkan Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

    1 September 2026
    3 Menit Baca
    KKN 293 Senandika Bhava UIN Jakarta Edukasi Warga Sindangasih Manfaatkan Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

    Sindangasih, BERITA PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 293 Senandika Bhava UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Minyak Jelantah dan Praktik Pembuatan Lilin Aromaterapi bersama ibu-ibu PKK Desa Sindangasih pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mengenalkan cara mengolah minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomis.

     

    Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai penggunaan minyak goreng dalam kehidupan sehari-hari serta dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola limbah rumah tangga dengan tepat untuk mencegah pencemaran lingkungan.

     

    Mahasiswa KKN kemudian memperkenalkan sejumlah alternatif pemanfaatan minyak jelantah, salah satunya dengan mengolahnya menjadi lilin aromaterapi. Produk tersebut dipilih karena proses pembuatannya relatif sederhana, bahan yang dibutuhkan mudah diperoleh, serta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha rumahan.

     

    Peserta diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan lilin aromaterapi, seperti minyak jelantah yang telah disaring, lilin atau parafin, sumbu, pewangi aromaterapi, wadah cetakan, bunga kering, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

     

    Setelah mendapatkan penjelasan, ibu-ibu PKK diajak mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pembuatan lilin aromaterapi. Proses diawali dengan penjernihan minyak jelantah hingga terbebas dari sisa kotoran. Minyak yang telah dijernihkan kemudian dicampurkan dengan lilin atau parafin dan dipanaskan hingga seluruh bahan meleleh serta tercampur secara merata.

     

    Campuran tersebut selanjutnya diberi pewangi aromaterapi untuk menghasilkan aroma yang harum dan menenangkan. Setelah itu, campuran dituangkan ke dalam wadah cetakan yang telah disiapkan dengan sumbu ditempatkan di bagian tengah. Lilin kemudian didiamkan hingga mengeras sebelum dihias menggunakan bunga-bunga kering untuk memberikan nilai estetika.

     

    Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif bertanya dan berdiskusi serta mengikuti setiap tahapan praktik dengan penuh semangat. Hasil praktik menunjukkan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah.

     

    Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus keterampilan praktis yang dapat diterapkan di rumah maupun dalam kegiatan PKK. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi diharapkan dapat membantu mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha berbasis daur ulang.

     

    Di akhir kegiatan, ibu-ibu PKK menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan sosialisasi dan praktik tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan sebagai sarana peningkatan keterampilan masyarakat.

     

    Melalui kegiatan ini, KKN 293 Senandika Bhava UIN Jakarta berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat diterapkan serta dibagikan kembali kepada masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan minyak jelantah dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus mendukung potensi ekonomi keluarga.

     

    Editor: Vanessa Nindi Utama