Sindang Asih, BERITA PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 293 Senandika Bhava UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Syeikh Yusuf melaksanakan kegiatan pembuatan dan pemasangan reflektor jalan di Kampung Rimpak, Desa Sindang Asih, pada 11 hingga 18 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menyasar sejumlah titik jalan yang minim penerangan sebagai upaya meningkatkan keamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan pada malam hari.
Program pembuatan reflektor jalan ini bertujuan memberikan penanda sekaligus pembatas jalan agar pengguna jalan dapat lebih mudah mengenali tepi jalan dalam kondisi gelap. Reflektor juga berfungsi memantulkan cahaya dari lampu kendaraan sehingga membantu meningkatkan visibilitas pengendara ketika melewati ruas jalan yang belum memiliki fasilitas penerangan memadai.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penyediaan sarana keselamatan jalan yang sederhana, tetapi memiliki manfaat bagi warga. Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan KKN, beberapa ruas jalan di Kampung Rimpak memiliki tingkat pencahayaan yang rendah sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari dan ketika kondisi cuaca kurang mendukung.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama mahasiswa Universitas Syeikh Yusuf memanfaatkan bambu sebagai bahan utama pembuatan reflektor jalan. Bambu dipilih sebagai alternatif pengganti pipa paralon karena lebih mudah diperoleh, ekonomis, serta memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Penggunaan bambu juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan bahan berbasis plastik dan mendorong pemanfaatan material yang lebih ramah lingkungan.
Sebelum dipasang, bambu dipotong sesuai ukuran yang telah ditentukan, kemudian dibersihkan dan dicat agar lebih tahan terhadap kondisi cuaca serta memiliki tampilan yang rapi. Pada bagian tertentu kemudian dipasang stiker reflektif yang berfungsi memantulkan cahaya kendaraan sehingga reflektor dapat terlihat oleh pengendara dari jarak tertentu.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa bersama masyarakat bekerja sama secara gotong royong dalam proses pengolahan bahan, pengecatan, hingga pemasangan reflektor pada sejumlah titik yang dianggap rawan dan membutuhkan penanda tambahan. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di lingkungan Kampung Rimpak.
Warga menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, terutama oleh pengendara sepeda motor, pesepeda, maupun pejalan kaki yang beraktivitas pada malam hari. Sejumlah warga juga berharap pemasangan reflektor serupa dapat dilakukan di ruas jalan lainnya yang masih memiliki tingkat penerangan rendah.
Pada akhir kegiatan, reflektor yang telah dibuat berhasil dipasang di sejumlah titik strategis di Kampung Rimpak. Keberadaan reflektor tersebut diharapkan dapat membantu pengguna jalan mengenali jalur dengan lebih jelas, meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, serta mengurangi risiko kecelakaan akibat keterbatasan penerangan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 293 Senandika Bhava UIN Jakarta berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kampung Rimpak melalui program sederhana yang memiliki manfaat berkelanjutan. Selain mendukung keselamatan pengguna jalan, pemanfaatan bambu sebagai bahan utama diharapkan dapat menjadi contoh penggunaan sumber daya lokal yang ramah lingkungan serta mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Editor: Vanessa Nindi Utama