Bogor, Berita PPM Online – Mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kelompok Arthasvadhara 219 menggelar sosialisasi bertajuk “Generasi Cerdas dan Berdaya” di MI Nurul Huda Citempuan, Desa Banyu Resmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 112 siswa dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga kelas XII sebagai upaya memberikan edukasi mengenai pendidikan, pencegahan pernikahan dini, serta pengenalan risiko judi online dan pinjaman online.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh temuan mahasiswa KKN Arthasvadhara 219 setelah melakukan sowan dan berdialog dengan tenaga pendidik di Desa Banyu Resmi. Dari proses tersebut, mahasiswa menemukan masih terdapat siswa yang memiliki potensi dan cita-cita, tetapi belum sepenuhnya yakin untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kondisi tersebut juga terlihat ketika mahasiswa melaksanakan kegiatan mengajar di sejumlah sekolah, mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Tsanawiyah.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Arthasvadhara 219 menghadirkan kegiatan edukasi yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong siswa untuk berani memandang masa depan dan mempertimbangkan berbagai pilihan yang dapat ditempuh untuk mencapai cita-cita.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Sekolah Yayasan Nurul Huda, Cucu Silahudin. Dalam sambutannya, ia mengajak para siswa untuk menyimak materi yang disampaikan mahasiswa serta mengambil sebanyak mungkin pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam melihat kesempatan pendidikan dan masa depan.
Salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut adalah edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini. Untuk menyampaikan pesan secara lebih dekat dengan kehidupan siswa, mahasiswa menggunakan drama sebagai media edukasi.
Drama tersebut mengisahkan seorang siswi bernama Alya yang mengalami kebimbangan ketika orang tuanya mendorongnya untuk menikah setelah terdapat keluarga yang tertarik kepadanya. Dalam cerita tersebut, Alya kemudian dipertemukan dengan dua gambaran dirinya di masa depan. Satu versi menggambarkan Alya yang memilih menikah, sedangkan versi lainnya menunjukkan Alya yang memilih melanjutkan pendidikan.
Melalui drama tersebut, mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa keputusan yang diambil pada masa muda dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan di masa mendatang. Drama juga menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam memberikan pendampingan serta ruang bagi anak untuk mempertimbangkan dan menentukan masa depannya.
Drama kemudian ditutup dengan penyampaian pesan dari Ketua KKN Arthasvadhara 219, Hasby Nur Irawan, mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara. Ia menegaskan pentingnya pendidikan sebagai salah satu jalan bagi siswa untuk membuka kesempatan dalam meraih cita-cita.
“Pendidikan adalah jembatan untuk menggapai cita-cita,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pencegahan judi online dan pinjaman online yang disampaikan oleh Ardita Kurnia Marfianni, mahasiswi Program Studi Akuntansi. Dalam materi tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh judi online maupun penggunaan pinjaman online secara tidak bijak.
Ardita mengingatkan siswa agar tidak menggunakan layanan digital secara sembarangan, terutama hanya untuk mengikuti gaya hidup atau memenuhi keinginan sesaat. Kemudahan akses terhadap teknologi, menurutnya, perlu diimbangi dengan kemampuan untuk mempertimbangkan manfaat dan risiko dari setiap layanan yang digunakan.
“Jangan sampai hanya karena ingin mengikuti gaya hidup atau tren, kita mengambil keputusan yang justru jatuh ke lubang kehancuran,” ujarnya.
Selain dampak finansial, mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa judi online dan penggunaan pinjaman online secara tidak bijak dapat memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, hubungan keluarga, dan kondisi sosial.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam penyampaian materi dan diskusi. Penggunaan drama sebagai media edukasi juga menjadi salah satu pendekatan yang digunakan agar pesan mengenai pendidikan, pencegahan pernikahan dini, serta penggunaan layanan digital dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh para siswa.
Melalui kegiatan “Generasi Cerdas dan Berdaya”, KKN Arthasvadhara 219 UIN Jakarta berharap siswa-siswi di Desa Banyu Resmi semakin memiliki keberanian untuk melanjutkan pendidikan, mampu mempertimbangkan pilihan masa depan, serta terhindar dari berbagai perilaku yang berpotensi menghambat cita-cita.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat menumbuhkan keyakinan dalam diri siswa bahwa masa depan merupakan sesuatu yang dapat diperjuangkan melalui pendidikan, pendampingan, dan pengambilan keputusan yang bijak.
Penulis: Elsa Amelia
Editor: Vanessa Nindi Utama