Ciomas, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok Arutala 150 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengalihkan fokus program kerja dari rencana pembangunan bank sampah ke penguatan ketahanan pangan desa. Langkah tersebut dilakukan setelah mahasiswa berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat dan mengetahui bahwa sistem pengelolaan serta pengangkutan sampah di wilayah tersebut telah berjalan secara rutin.
Berdasarkan kondisi tersebut, program bank sampah dinilai bukan lagi menjadi kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat sehingga tidak dilanjutkan. Mahasiswa kemudian mengidentifikasi sektor lain yang dinilai memiliki potensi ekonomi lebih besar dan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, yaitu ketahanan pangan desa.
Salah satu potensi yang menjadi perhatian mahasiswa adalah usaha peternakan ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Melihat potensi usaha tersebut, mahasiswa KKN Arutala 150 tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi turut membantu memperkuat strategi pemasaran agar produk dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan digital. Mahasiswa membantu pengelola BUMDes membuat konten promosi, mendokumentasikan kegiatan operasional peternakan, serta mengelola dan mengembangkan akun media sosial BUMDes.
Selain praktik langsung, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai teknik pembuatan konten yang menarik dan strategi pemasaran digital. Edukasi tersebut diarahkan agar pengelola BUMDes memiliki kemampuan untuk memperkenalkan produk desa melalui media sosial dan menjangkau calon konsumen secara lebih luas.
Wakil Ketua Kelompok KKN Arutala 150, Ubayd Tsaqiif Thufayl, menyampaikan bahwa pemasaran usaha saat ini perlu merambah ranah digital. Menurutnya, mahasiswa berupaya membantu proses transisi tersebut sekaligus memberikan bekal praktis kepada pengelola BUMDes, mulai dari pembuatan konten hingga strategi agar produk dapat lebih mudah dilihat dan diminati calon konsumen secara daring.
Program tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan digital selama pelaksanaan KKN. Mahasiswa juga menekankan aspek keberlanjutan agar strategi pemasaran yang telah diperkenalkan dapat terus dijalankan oleh pengelola BUMDes setelah masa KKN berakhir.
Mahasiswa berharap pengelola BUMDes dapat mengembangkan strategi pemasaran digital secara mandiri sehingga kebermanfaatan program tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus. Penguatan ketahanan pangan melalui digitalisasi pemasaran ini menjadi salah satu program yang diharapkan dapat terus berjalan bersama sejumlah fokus lainnya, seperti pendidikan anak dan literasi lingkungan.
Bagi KKN Arutala 150, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan dan dilanjutkan oleh masyarakat setelah program KKN selesai.
Penulis: Aprilia Putri Mustika
Editor: Annisa Khafi Rabbani