KKN Kolaborasi PTKIN Kelompok 111 UIN Jakarta Edukasi Literasi Keuangan bagi Ibu Penerima PKH di Desa Kretek

    20 Agustus 2026
    3 Menit Baca
    KKN Kolaborasi PTKIN Kelompok 111 UIN Jakarta Edukasi Literasi Keuangan bagi Ibu Penerima PKH di Desa Kretek

    Kretek, Berita PPM Online — Mahasiswa KKN Kolaborasi PTKIN Kelompok 111 yang terdiri atas mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan literasi keuangan bagi ibu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kretek, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang diikuti 50 ibu penerima PKH tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan ekonomi keluarga melalui pengelolaan keuangan yang lebih terencana.

     

    Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kondisi sejumlah keluarga penerima bantuan yang belum mengalami perubahan ekonomi secara signifikan meskipun telah menerima bantuan PKH secara berkala. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mendorong peserta untuk memahami pentingnya mengelola pemasukan dan pengeluaran rumah tangga serta menyusun prioritas kebutuhan keluarga.

     

    Pendampingan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yaitu metode pemberdayaan yang menitikberatkan pada potensi dan aset yang telah dimiliki masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggali berbagai potensi yang terdapat di Desa Kretek, seperti kelembagaan kelompok PKH dan PKK, kegiatan arisan warga, serta keberadaan pendamping PKH yang aktif mendampingi keluarga penerima manfaat.

     

    Pendekatan tersebut dilakukan melalui lima tahapan atau 5-D, yakni Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Dari proses tersebut, mahasiswa bersama masyarakat menyusun sejumlah kegiatan, mulai dari sosialisasi konsep dasar pengelolaan keuangan, simulasi pencatatan arus kas menggunakan buku kas harian, penyusunan skala prioritas kebutuhan rumah tangga, hingga diskusi kelompok bersama peserta.

     

    Ketua KKN Kolaborasi PTKIN Kelompok 111 menyampaikan bahwa persoalan pengelolaan keuangan keluarga tidak hanya berkaitan dengan besarnya pendapatan, tetapi juga dengan kebiasaan dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran.

     

    “Banyak ibu-ibu yang kami temui belum terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran, sehingga dana bantuan sering habis untuk kebutuhan sesaat atau justru dipakai menutup utang. Lewat pendekatan ABCD ini, kami tidak datang untuk menggurui, tetapi mengajak ibu-ibu menyadari potensi yang sudah mereka miliki, seperti kelompok arisan, untuk dikembangkan menjadi kebiasaan menabung dan simpan pinjam yang lebih terencana,” ujarnya.

     

    Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pemasukan, pengeluaran, tabungan, dan utang. Materi kemudian dilanjutkan dengan simulasi pencatatan arus kas sederhana serta latihan membedakan kebutuhan dan keinginan dalam pengeluaran rumah tangga.

     

    Untuk mengetahui perkembangan pemahaman peserta, mahasiswa melakukan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta dari 60,6 sebelum kegiatan menjadi 84,8 setelah mengikuti sosialisasi.

     

    Selain penyampaian materi, diskusi bersama peserta juga mengungkap bahwa sebagian ibu penerima PKH telah memiliki alokasi penggunaan dana bantuan sebelum dana tersebut diterima. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari dan pembayaran utang. Melalui pendampingan, peserta diajak untuk mulai menyusun skala prioritas, mengurangi ketergantungan terhadap utang, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk kebutuhan mendatang meskipun dalam jumlah kecil.

     

    Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendorong pemanfaatan aset sosial yang telah dimiliki masyarakat. Kelompok arisan dan pertemuan rutin warga, misalnya, diarahkan sebagai salah satu ruang yang dapat mendukung terbentuknya kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan secara lebih terencana.

     

    Melalui kegiatan tersebut, KKN Kolaborasi PTKIN Kelompok 111 berharap ibu penerima PKH di Desa Kretek dapat mengelola dana bantuan secara lebih bijak dan berkelanjutan. Pengelolaan yang lebih terencana diharapkan dapat membantu bantuan sosial memberikan manfaat yang lebih optimal dalam mendukung ketahanan dan kemandirian ekonomi keluarga.

     

    Mahasiswa juga berharap pemerintah desa dan pendamping PKH dapat menindaklanjuti edukasi literasi keuangan melalui pertemuan rutin Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Dengan demikian, kebiasaan pengelolaan keuangan yang mulai dibangun selama kegiatan KKN dapat terus diterapkan setelah masa pengabdian berakhir.

     

    Penulis: Ajeng Syifa Nurhanifah
    Editor: Vanessa Nindi Utama