Cimande, Berita PPM Online – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan sektor pertanian, KKN Pangreksa 164 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar workshop pembuatan Biosaka bersama para petani di Desa Cimande, Kabupaten Bogor, pada Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 12 petani tersebut berlangsung di kediaman Sekretaris Desa Cimande, Herlan Fauzi, dengan tujuan memperkenalkan alternatif pengelolaan tanaman yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai Biosaka yang disampaikan oleh salah satu anggota KKN Pangreksa 164, Mufazzal Putra Hilmawan, mahasiswa Jurusan Agribisnis. Dalam pemaparannya, Mufazzal menjelaskan Biosaka sebagai larutan yang dibuat dari berbagai jenis tumbuhan liar yang masih segar dan sehat dengan cara diremas menggunakan tangan.
Selain itu, para petani diperkenalkan dengan Biosaka sebagai elisitor yang dapat memberikan rangsangan kepada tanaman sehingga membantu tanaman mengaktifkan respons fisiologis dan pertahanan alaminya. Pemaparan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para petani aktif berdiskusi mengenai pemanfaatan Biosaka serta proses pembuatannya.
Setelah mendapatkan pemahaman mengenai materi, para peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan Biosaka menggunakan alat dan bahan yang telah disiapkan. Dalam praktik tersebut, peserta menggunakan tumbuhan liar yang masih segar dan sehat serta air bersih.
Tumbuhan kemudian diremas menggunakan tangan sambil diaduk selama 10–20 menit hingga menghasilkan larutan. Setelah itu, larutan disaring untuk memisahkan sisa tumbuhan. Proses pembuatan Biosaka tersebut tidak memerlukan fermentasi, tambahan mikroba, maupun penggunaan mesin sehingga dapat dilakukan secara sederhana oleh para petani.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, hasil praktik pembuatan Biosaka diperbolehkan untuk dibawa pulang dan dimanfaatkan oleh masing-masing petani. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong para petani untuk mencoba membuat dan mengaplikasikan Biosaka secara mandiri dalam kegiatan pertanian mereka.
Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh tim KKN Pangreksa 164, Sekretaris Desa Cimande, narasumber, dan para petani. Melalui kegiatan ini, KKN Pangreksa 164 berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga turut mendukung penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan di Desa Cimande.
Editor: Vanessa Nindi Utama