Kolaborasi Lintas Negara, KKN Internasional Kelompok 7 Lestarikan Budaya Pangandaran

    25 Agustus 2026
    3 Menit Baca
    Kolaborasi Lintas Negara, KKN Internasional Kelompok 7 Lestarikan Budaya Pangandaran

    Pangandaran, BERITA PPM Online Kelompok 7 Kuliah Kerja Nyata Internasional Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Barat (KKNI BKS PTN Barat) 2026 menghadirkan pertunjukan seni dan budaya bertajuk Anarta Lambak di Kampung Turis, Kabupaten Pangandaran, Senin (17/8/2026). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menjadi salah satu program unggulan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Pangandaran.

     

    Mengangkat potensi budaya, kuliner, dan pariwisata yang dimiliki Desa Pangandaran, Kelompok 7 memilih sektor pariwisata sebagai fokus utama kegiatan. Kampung Turis dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat pariwisata di Kabupaten Pangandaran.

     

    Melalui Anarta Lambak, mahasiswa berupaya mempertemukan kesenian lokal dengan sektor pariwisata. Pertunjukan monolog dan tari semikontemporer yang ditampilkan menjadi media untuk memperkenalkan keindahan Desa Pangandaran sekaligus mengajak masyarakat, khususnya dari luar Jawa Barat, untuk menjadikan Pangandaran sebagai salah satu pilihan destinasi wisata.

     

    Kegiatan tersebut juga dilatarbelakangi oleh kondisi Pangandaran yang dinilai semakin nyaman untuk dikunjungi. Kawasan pantainya disebut telah bersih dari sampah dan pungutan liar, didukung infrastruktur yang cukup memadai serta beragam metode pembayaran yang memudahkan wisatawan.

     

    Selain menjadi ruang pertunjukan, Anarta Lambak diarahkan sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal dengan menghadirkannya di pusat aktivitas pariwisata. Kelompok 7 berharap kegiatan tersebut dapat mendukung terbentuknya ekonomi pariwisata yang berbasis pada kekayaan budaya masyarakat Pangandaran.

     

    Kegiatan ini melibatkan 16 mahasiswa KKNI Kelompok 7 yang berasal dari delapan perguruan tinggi di kawasan barat Indonesia. Peserta tersebut terdiri atas mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia, Universitas Siliwangi, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Teknologi Sumatera, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Singaperbangsa Karawang, dan IPB University.

     

    Pelaksanaan Anarta Lambak juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan instansi dan lembaga yang mendukung program KKN selama 30 hari, penampil Ronggeng dari Desa Cikalong, RM Mina Family sebagai stakeholder lokasi kegiatan, hingga Sanggar Putra Rengganis yang turut menghadirkan penampilan tari. Pengunjung RM Mina Family pada malam tersebut juga menjadi bagian dari penonton kegiatan secara umum.

     

    Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Amsalib Pisali, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, Anarta Lambak merupakan hasil kerja sama dan koordinasi mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus dan negara selama pelaksanaan KKN Internasional.

     

    Ia juga menekankan pentingnya menjaga budaya Desa Pangandaran yang memiliki kekayaan tradisi dan kesenian sebagai identitas sekaligus daya tarik wisata. Menurut Amsalib, kekayaan budaya tersebut perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.

     

    Lebih jauh, Amsalib berharap kegiatan Anarta Lambak dapat mempererat hubungan budaya dan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia. Ia menilai KKN Internasional dapat menjadi ruang kolaborasi lintas negara yang tidak hanya memperkuat hubungan akademik, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk saling mengenal dan bertukar nilai budaya.

     

    Melalui Anarta Lambak, Kelompok 7 KKNI BKS PTN Barat 2026 menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya dapat dilakukan melalui kegiatan edukatif, tetapi juga melalui penguatan budaya dan pariwisata. Kehadiran seni lokal di tengah kawasan wisata diharapkan dapat menjadi langkah untuk memperkenalkan identitas budaya Pangandaran sekaligus mendorong potensi pariwisata berbasis budaya.

     

    Penulis: Fatimah
    Editor: Annisa Khafi Rabbani