Mahasiswa KKN 156 Svara Nawasena UIN Jakarta Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Desa Wangun Jaya

    25 Agustus 2026
    3 Menit Baca
    Mahasiswa KKN 156 Svara Nawasena UIN Jakarta Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Desa Wangun Jaya

    Wangun Jaya, BERITA PPM Online — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 156 Svara Nawasena mengadakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah penumpukan sampah di Indonesia. Kegiatan ini digelar di Desa Wangun Jaya, Kelurahan Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor Barat, pada Sabtu (22/08/26).

     

    Selain bertujuan mengurangi volume sampah rumah tangga, sosialisasi ini juga mengajarkan warga cara mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun pupuk ladang. Hal ini dinilai relevan mengingat mayoritas warga Desa Wangun Jaya berprofesi sebagai petani. Tidak hanya itu, sampah anorganik yang dapat didaur ulang juga diperkenalkan sebagai bahan baku berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis.

     

    Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti sesi tanya jawab serta praktik langsung bagaimana cara pembuatan pupuk kompos organik sederhana.

     

    Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN turut menghadirkan narasumber Titin Sri Suhartini, pengurus sekaligus penggerak lingkungan dari TPS3R Mutiara Bogor Raya, untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan sampah yang tepat kepada warga.

     

    Titin menjelaskan bahwa langkah paling dasar yang bisa dilakukan masyarakat adalah memilah sampah sejak dari rumah. "Di rumah kita harus punya dua tempat sampah yang kita memang pisah dari awal... yang mudah membusuk sangat mudah kita olah menjadi kompos. Yang tidak mudah membusuk, kita akan tabung di bank sampah," ujarnya.

     

    Ia juga menyoroti kesalahan yang masih kerap terjadi di masyarakat, yaitu kebiasaan membuang seluruh jenis sampah ke satu tempat yang sama. "Masyarakat sangat terbiasa membuang sampah pada tempatnya, tapi sayang tempatnya cuma satu. Jadi terjadi penurunan kualitas dari sampah dan kesulitan kita untuk menyelesaikan sampah dengan berbagai macam jenis yang sudah bercampur," jelasnya.

     

    Lebih lanjut, Titin menegaskan bahwa sampah sejatinya bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai jika dikelola dengan benar. Menurutnya, sampah organik dapat menjadi bahan baku pakan ternak atau kompos, sampah yang dapat didaur ulang bisa diolah kembali menjadi bahan baku produk baru, sedangkan residu yang tersisa tetap dapat dimanfaatkan. "Ada yang kita bikin ecobrick atau kita buat sebagai roster," katanya.

     

    Salah satu peserta sosialisasi, Robiatul Habibah, mengaku mendapat banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Ia berharap kesadaran mengelola sampah tidak hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi juga diikuti aksi nyata dari warga maupun aparatur pemerintah desa. "Saya harapkan memang kedepannya baik dari aparatur pemerintah kampung ini, kemudian dari warganya juga punya kesadaran untuk mengolah sampah dengan lebih baik, sehingga tidak merusak lingkungan," ungkapnya.

     

    Robiatul juga berharap ada tindak lanjut dari program ini, khususnya terkait rencana pembentukan bank sampah, agar Desa Wangun Jaya dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam pengelolaan sampah. "Mudah-mudahan bisa terealisasikan dengan baik sehingga membuat kampung ini menjadi salah satu kampung yang bisa menjadi percontohan," katanya.

     

    Ia berharap sosialisasi semacam ini dapat dilakukan secara berkala, bukan hanya sekali, agar semakin banyak warga yang teredukasi. "Seharusnya ada kerja sama yang baik antara aparatur pemerintah dan warga mungkin bisa dilakukan per berapa bulan sekali," pungkasnya.

     

    Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 156 Svara Nawasena berharap masyarakat Desa Wangun Jaya semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik, tidak hanya untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

     

    Penulis: Ahmad Mukhlish
    Editor: Vanessa Nindi Utama