Sindang Jaya, Berita PPM Online — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 298 Bhavitra berkolaborasi dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Sindang Jaya mengadakan Sosialisasi Tanggap Bencana bagi siswa sekolah menengah. Kegiatan edukatif tersebut diselenggarakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sindang Jaya, Desa Sindang Asih, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, pada Senin (10/08/2026) pagi, dimulai pukul 08.30 hingga 10.00 WIB. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam upaya menanamkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana kebakaran dan bahaya lainnya sejak dini di lingkungan sekolah.
Acara sosialisasi dihadiri , Tauhid, S.E., Kepala Sekolah SMPN 1 Sindang Jaya, Hj. Reni Oktavia Hardianti, S.Pd., M.Pd., para guru, perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 298 Bhavitra, serta siswa-siswi SMPN 1 Sindang Jaya. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan dari berbagai pihak, penyampaian materi dan praktik simulasi, serta sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.
Ketua Kelompok KKN 298 Bhavitra menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan Damkar Kecamatan Sindang Jaya atas sambutan dan kerja samanya dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif
Bagi para siswa mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini. "Program ini kami susun berdasarkan kebutuhan akan penanaman kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran dan bahaya lainnya di lingkungan sekolah, sehingga siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk menyelamatkan diri dan orang lain di sekitar mereka," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMPN 1 Sindang Jaya, Hj. Reni Oktavia Hardianti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan tanggapan resmi mengenai pentingnya pelaksanaan program pencegahan ini bagi para siswa. "Kegiatan sosialisasi tanggap bencana ini sangat penting untuk membekali siswa dengan pengetahuan praktis terkait penyelamatan diri, sehingga warga sekolah memiliki kesiapan mental dan tindakan yang tepat saat menghadapi situasi darurat," ujarnya dalam sambutan. Ia berharap sinergi antara sekolah, mahasiswa KKN, dan petugas Damkar dapat terus terjalin untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Sementara itu, Kepala Damkar Pos Posko Kecamatan Sindang Jaya, Tauhid, S.E., menegaskan pentingnya edukasi penanganan kedaruratan yang komprehensif sejak usia remaja. Ia menjelaskan bahwa materi yang disampaikan dalam sosialisasi meliputi teknik penanganan ular liar yang berpotensi masuk ke area permukiman dan sekolah, prosedur penanggulangan kebocoran gas, tata cara pemadaman api awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta simulasi pemadaman api dengan karung goni basah. Selain itu, diperkenalkan pula penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk evakuasi sarang tawon guna mengantisipasi potensi bahaya dari serangga tersebut. "Edukasi penanggulangan kebakaran, penanganan ular menggunakan snake hook, hingga pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) khusus evakuasi tawon sejak dini sangat penting dilakukan agar para siswa tidak panik serta memahami prosedur isolasi sebelum petugas tiba di lokasi," jelasnya.
"Edukasi penanggulangan kebakaran, penanganan ular menggunakan snake hook, hingga pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) khusus evakuasi tawon sejak dini sangat penting dilakukan agar para siswa tidak panik serta memahami prosedur isolasi sebelum petugas tiba di lokasi," jelasnya.
Sebagai simbol transfer pengetahuan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik dan simulasi secara langsung di halaman sekolah. Para siswa diberikan kesempatan untuk melihat dan melakukan simulasi penggunaan alat pelindung diri, baju antipatuk tawon, alat penangkap ular (snake hook), serta teknik tradisional memadamkan api dengan karung goni basah di bawah pengawasan ketat petugas Damkar dan mahasiswa. Anggota Damkar Kabupaten Tangerang bersama perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 298 Bhavitra bertindak sebagai pemateri dan fasilitator utama, memastikan setiap sesi praktik berlangsung aman, tertib, dan efektif bagi seluruh peserta.
Setelah rangkaian materi dan simulasi selesai, acara ditutup dengan kegiatan rekreatif berupa bermain air bersama petugas Damkar melalui semprotan air dari truk pemadam kebakaran. Momen ini menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus mempererat keakraban antara siswa, mahasiswa KKN, dan petugas Damkar setelah mengikuti sesi edukasi yang serius.
Melalui kegiatan sosialisasi yang berlangsung lancar dan penuh antusiasme ini, pemahaman mengenai penanganan kedaruratan diharapkan dapat tertanam pada diri setiap siswa SMPN 1 Sindang Jaya. Sinergi yang terbangun antara mahasiswa KKN 298 Bhavitra, pihak sekolah, dan Damkar Kabupaten Tangerang ini ditargetkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tanggap, serta siap siaga menghadapi berbagai potensi bahaya di masa mendatang. Kerja sama pencegahan yang telah dimulai ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.
Penulis: Fajridho Razak, Dhimas Salam Syahputra, Totty Nabil Habibillah Matupa Abdul Lati
Editor: Vanessa Nindi Utama