Mengolah Sampah Sisa Organik Menjadi Eco-Enzyme, KKN 227 Prakawira Ajak Ibu-Ibu PKK dan Posyandu Desa Cikuda Praktik Bersama

    31 Agustus 2026
    3 Menit Baca
    Mengolah Sampah Sisa Organik Menjadi Eco-Enzyme, KKN 227 Prakawira Ajak Ibu-Ibu PKK dan Posyandu Desa Cikuda Praktik Bersama

    Cikuda, BERITA PPM Online Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 227 Prakawira UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengajak ibu-ibu PKK dan Posyandu Desa Cikuda memanfaatkan sisa buah dan sayuran rumah tangga melalui kegiatan edukasi dan praktik pembuatan eco-enzyme. Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–16.45 WIB tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan pengolahan limbah organik yang sederhana dan dapat diterapkan secara mandiri di rumah.

     

    Kegiatan dilatarbelakangi oleh masih banyaknya sisa buah dan sayuran dari aktivitas rumah tangga yang berpotensi menjadi sampah. Melalui pembuatan eco-enzyme, limbah organik tersebut dapat dimanfaatkan kembali melalui proses fermentasi menggunakan bahan-bahan yang relatif mudah ditemukan.

     

    Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN 227 Prakawira memberikan edukasi mengenai pengertian eco-enzyme, bahan yang dapat digunakan, manfaat, serta tahapan pembuatannya. Peserta juga diperkenalkan dengan komposisi umum pembuatan eco-enzyme, yaitu tiga bagian bahan organik, satu bagian gula, dan sepuluh bagian air dengan proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan.

     

    Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik bersama. Para peserta membawa botol atau wadah masing-masing yang digunakan sebagai tempat fermentasi. Secara keseluruhan, sekitar lima hingga enam botol disiapkan untuk praktik pembuatan eco-enzyme.

     

    Proses pembuatan diawali dengan memasukkan potongan buah dan sisa buah ke dalam botol. Peserta kemudian menambahkan gula merah dan air sesuai dengan takaran yang telah dijelaskan. Seluruh bahan dicampurkan hingga merata sebelum wadah ditutup dan diberi penanda untuk memudahkan pemantauan selama proses fermentasi.

     

    Mahasiswa KKN 227 Prakawira turut mendampingi peserta dalam setiap tahapan, mulai dari memasukkan bahan, menyesuaikan takaran, hingga memastikan wadah siap menjalani proses fermentasi. Peserta juga mendapatkan penjelasan bahwa eco-enzyme tidak dapat langsung digunakan setelah dibuat karena membutuhkan waktu untuk melalui proses fermentasi.

     

    Selama masa fermentasi, wadah akan disimpan di tempat yang sesuai dan dipantau secara berkala. Perubahan pada campuran menjadi bagian dari proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme hingga menghasilkan larutan eco-enzyme.

     

    Keterlibatan peserta secara langsung memberikan pengalaman mengenai cara mengolah limbah organik rumah tangga dengan bahan yang mudah ditemukan. Dengan membawa wadah sendiri dan mengikuti setiap tahapan, ibu-ibu PKK dan Posyandu diharapkan dapat memahami proses pembuatan eco-enzyme sehingga dapat mempraktikkannya kembali secara mandiri.

     

    Melalui kegiatan tersebut, KKN 227 Prakawira berupaya mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari lingkungan rumah tangga. Pemanfaatan sisa buah dan sayuran menjadi eco-enzyme diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam mengurangi limbah organik sekaligus menumbuhkan kebiasaan memanfaatkan kembali bahan yang sebelumnya berpotensi terbuang.

     

    Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Cikuda. Eco-enzyme yang dibuat bersama menjadi hasil praktik yang dapat dipantau selama proses fermentasi sekaligus menjadi pengalaman bagi peserta untuk menerapkan pengolahan limbah organik secara mandiri di rumah.

     

    Editor: Vanessa Nindi Utama