Cisereh, BERITA PPM Online – Literasi menjadi salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak, terutama dalam membangun kemampuan dan minat baca. Di tengah perkembangan teknologi digital, kebiasaan membaca pada anak mulai menghadapi berbagai tantangan, termasuk di Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Melihat kondisi tersebut, Kelompok KKN 301 TESA (Tri Eka Satya Ananta) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menginisiasi program “1 Anak 1 Buku”. Program ini dilaksanakan di empat sekolah, terdiri atas dua sekolah dasar negeri dan dua madrasah ibtidaiyah (MI), dengan sasaran siswa kelas 4 hingga 6.
Pemilihan jenjang tersebut didasarkan pada pentingnya penguatan kemampuan membaca dan memahami bacaan pada usia sekolah dasar. Mahasiswa KKN menemukan masih adanya siswa yang mengalami kesulitan membaca dan menulis, salah satunya dipengaruhi oleh kebiasaan penggunaan gawai yang berlebihan. Kondisi tersebut mendorong KKN 301 TESA menjadikan program literasi sebagai salah satu program kerja utama selama pelaksanaan KKN.
Program “1 Anak 1 Buku” dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan untuk membangun kembali budaya literasi di kalangan anak-anak. Melalui pemberian buku bacaan, khususnya buku cerita, siswa diajak untuk mengenal kegiatan membaca dengan cara yang menyenangkan sekaligus memperoleh wawasan dan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan program berlangsung selama empat minggu dengan enam kali pertemuan. Kegiatan difokuskan pada pembelajaran di dalam kelas, pembiasaan membaca, serta latihan memahami isi buku. Program tersebut dilaksanakan di SDN 01 Cisereh, SDN 02 Cisereh, MI Al-Husna, dan MI Al-Ikhlas.
Sebanyak sekitar 300 siswa dari empat sekolah mengikuti rangkaian program tersebut. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN 301 TESA dibagi menjadi empat kelompok yang bertugas memberikan materi literasi sekaligus mendampingi siswa selama proses pembelajaran.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan perlombaan literasi. Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk membacakan dan menceritakan kembali buku yang telah mereka baca sejak awal program. Kegiatan ini tidak hanya mengukur pemahaman siswa terhadap bacaan, tetapi juga menjadi ruang untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri dalam menyampaikan cerita di hadapan orang lain.
Dari pelaksanaan perlombaan, mayoritas siswa mampu menceritakan kembali alur cerita, memahami isi bacaan, serta mengambil kesimpulan dari buku yang telah dibaca. Hal tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa kegiatan pembiasaan membaca yang dilakukan selama program dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa.
Sebagai penutup rangkaian program, KKN 301 TESA menghibahkan buku-buku bacaan beserta seperangkat rak buku kepada sekolah-sekolah yang menjadi lokasi kegiatan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan pojok baca sehingga kebiasaan membaca siswa dapat terus dilanjutkan setelah program KKN berakhir.
Melalui program “1 Anak 1 Buku”, KKN 301 TESA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap budaya literasi di Desa Cisereh dapat terus berkembang. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendorong anak-anak untuk gemar membaca, memahami informasi, serta berani menyampaikan gagasan.
Penulis: Aril Satria Putra, Jasmine Ersa Amaya
Editor: Vanessa Nindi Utama