Ciputat, BERITA PPM Online— Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) KKN Reguler Tahun 2026 secara langsung di sejumlah lokasi pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan KKN berjalan sesuai dengan tujuan, program kerja, serta semangat KKN Berdampak yang diusung UIN Jakarta.
Pada kegiatan Monev tersebut, PPM UIN Jakarta melakukan monitoring terhadap 22 kelompok KKN yang tersebar di empat wilayah sasaran, yakni tiga kelompok di Kota Tangerang Selatan, sembilan kelompok di Kabupaten Tangerang, lima kelompok di Kota Depok, dan lima kelompok di Kabupaten Bogor.
Monitoring melibatkan tim yang terdiri atas unsur dosen dan tenaga kependidikan UIN Jakarta serta mahasiswa. Sebanyak 27 petugas dilibatkan, terdiri atas 19 orang dari unsur dosen dan tenaga kependidikan serta delapan mahasiswa. Tim disebar ke berbagai lokasi untuk melakukan observasi secara langsung terhadap pelaksanaan program KKN.
Kegiatan Monev dilakukan melalui kunjungan lapangan, observasi aktivitas mahasiswa, wawancara dengan mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), komunikasi dengan aparat desa atau kelurahan dan masyarakat, pemeriksaan administrasi, serta dokumentasi kegiatan. Aspek yang menjadi perhatian meliputi kehadiran dan aktivitas mahasiswa, kesesuaian program dengan proposal, capaian program kerja, efektivitas pendampingan DPL, kemitraan dengan pemerintah setempat, partisipasi masyarakat, hingga dampak awal program KKN.
Kepala PPM LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ade Rina Farida, M.Si., turut turun langsung melakukan monitoring di wilayah Ciasihan dan Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Kehadiran Kepala PPM di lapangan menjadi bentuk komitmen PPM untuk melihat secara langsung dinamika pelaksanaan KKN sekaligus mendengarkan pengalaman mahasiswa dan masyarakat.
Menurut Ade Rina, monitoring tidak semata-mata dilakukan untuk menilai apakah program kerja mahasiswa telah berjalan, tetapi juga untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Monev ini bukan sekadar mengecek apakah program kerja sudah terlaksana, tetapi kami ingin melihat sejauh mana program tersebut memberikan dampak dan menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami juga mendengarkan langsung mahasiswa, DPL, aparat desa, dan masyarakat mengenai apa yang sudah dilakukan serta tantangan yang mereka hadapi,” ujar Ade Rina saat melakukan monitoring di Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa perlu terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat serta pemerintah desa agar program KKN tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat meninggalkan manfaat yang dapat dilanjutkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
“Semangat KKN Berdampak harus diterjemahkan dalam program yang sederhana tetapi tepat sasaran. Mahasiswa tidak harus melakukan sesuatu yang besar, tetapi harus mampu menghadirkan solusi yang relevan, melibatkan masyarakat, dan memiliki peluang untuk berkelanjutan,” tambahnya.
Pelaksanaan Monev juga menjadi ruang evaluasi terhadap peran DPL dalam mendampingi mahasiswa. PPM memandang pendampingan yang intensif dan responsif menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan mahasiswa mampu menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama berada di lokasi KKN.
Di wilayah Kabupaten Bogor, misalnya, tim Monev melakukan pemantauan terhadap sejumlah kelompok yang tersebar di Kecamatan Sukajaya, Pamijahan, Parung, dan Gunung Sindur. Sementara di Kabupaten Tangerang, monitoring mencakup lokasi di Kecamatan Cisauk, Legok, Tigaraksa, Pagedangan, dan Curug. Adapun di Kota Tangerang Selatan, monitoring dilakukan di sejumlah lokasi di Kecamatan Ciputat Timur dan Pamulang, sedangkan di Kota Depok mencakup Kecamatan Cipayung, Limo, Bojongsari, dan Sawangan.
Kegiatan Monev ini dilaksanakan dalam kerangka penyelenggaraan KKN Reguler Tahun 2026 yang mengusung paradigma KKN Berdampak untuk Pembangunan Kewilayahan Berkelanjutan. Monev bertujuan memperoleh gambaran nyata mengenai implementasi program kerja mahasiswa, mengidentifikasi capaian dan kendala, mengevaluasi efektivitas pendampingan DPL, serta memperoleh masukan dari pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat.
Hasil monitoring selanjutnya akan dihimpun oleh PPM sebagai bahan penyusunan laporan dan rekomendasi. Temuan di lapangan diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyempurnaan penyelenggaraan KKN, peningkatan kualitas pembinaan mahasiswa, penguatan peran DPL, serta pengembangan model pengabdian kepada masyarakat yang lebih relevan dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, PPM LP2M UIN Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem penjaminan mutu KKN. Monitoring secara langsung diharapkan tidak hanya menghasilkan evaluasi terhadap pelaksanaan program, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah wilayah, dan masyarakat.
Dengan demikian, KKN Reguler UIN Jakarta diharapkan mampu menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya terlaksana sesuai rencana, tetapi juga bermanfaat, partisipatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan kewilayahan yang berkelanjutan.
Penulis-Editor: Muslikh