PPM UIN Jakarta Perkuat Jejaring Kolaborasi Pengabdian dengan Perguruan Tinggi di Sumatera Barat

    22 Agustus 2026
    6 Menit Baca
    PPM UIN Jakarta Perkuat Jejaring Kolaborasi Pengabdian dengan Perguruan Tinggi di Sumatera Barat

    Padang, BERITA PPM Online— Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan kunjungan dan inisiasi kerja sama ke sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Sumatera Barat pada 18–21 Agustus 2026.

     

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi PPM LP2M UIN Jakarta dalam memperluas jejaring kemitraan dan memperkuat kolaborasi antarlembaga perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat (PkM), Kuliah Kerja Nyata (KKN), pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan desa binaan.

     

    Kunjungan yang mengusung tema “Memperkuat Jejaring Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat melalui Kemitraan Strategis Antarperguruan Tinggi” tersebut menyasar empat perguruan tinggi, yaitu UIN Imam Bonjol Padang, Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas, dan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

     

    Kepala PPM UIN Jakarta, Ade Rina Farida, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi kelembagaan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.

     

    “Pada tahun 2026, PPM UIN Jakarta memiliki dua tugas utama, yaitu KKN dan Pengabdian kepada Masyarakat. Setiap tahun lebih 5.000 mahasiswa UIN Jakarta mengikuti berbagai jenis program KKN,” ujar Ade Rina saat berdiskusi dengan jajaran LP2M UIN Imam Bonjol Padang, Selasa (18/8/2026).

     

    Ade Rina juga menyampaikan salam dari pimpinan LP2M UIN Jakarta yang pada saat bersamaan sedang menjalankan agenda lainnya. Ia berharap kunjungan tersebut dapat menghasilkan peluang kerja sama yang konkret dan dapat ditindaklanjuti oleh kedua institusi.

     

    Penjajakan Kolaborasi dengan UIN Imam Bonjol

     

    Kunjungan pertama dilakukan ke UIN Imam Bonjol Padang. Rombongan PPM UIN Jakarta diterima oleh Ketua LP2M UIN Imam Bonjol, Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag., beserta jajaran.

     

    Prof. Wakidul menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan PPM UIN Jakarta.

     

    “Terima kasih atas kunjungannya. Kami merasa terhormat dikunjungi oleh rombongan UIN Jakarta. Silakan Bapak-Ibu berdiskusi untuk inisiasi kerja sama. Insyaallah kami dukung,” ungkapnya.

     

    Dalam pertemuan tersebut, Kepala PPM UIN Imam Bonjol, Taufik, memaparkan sejumlah model KKN yang dikembangkan, antara lain KKN kolaborasi dengan dosen, KKN Mitra Reguler, KKN Nagari, KKN Mitigasi Bencana, dan KKN Domisili. Setiap program studi juga diwajibkan memiliki desa binaan yang dapat menjadi lokasi pelaksanaan KKN.

     

    Salah satu peluang kolaborasi yang mengemuka adalah pengembangan program pengabdian di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya Kepulauan Mentawai.

     

    Menurut Taufik, UIN Imam Bonjol membutuhkan dukungan mahasiswa dari bidang sains dan teknologi untuk ditempatkan di wilayah tersebut. Masyarakat di sejumlah kawasan Mentawai, khususnya kampung-kampung Muslim, membutuhkan pendampingan dalam pemetaan kebencanaan serta pemulihan ekonomi pascabencana.

     

    Pembahasan tersebut membuka peluang kolaborasi yang tidak hanya berkaitan dengan KKN, tetapi juga pengembangan model pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah.

     

    Diskusi Publikasi dan Penguatan Kelembagaan di UNP

     

    Pada Rabu (19/8/2026), rombongan PPM UIN Jakarta melanjutkan kunjungan ke Universitas Negeri Padang (UNP).

     

    Rombongan diterima oleh Kepala Pusat Penelitian, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual UNP, Dr. Hendra Hidayat, S.Pd., M.Pd. Pertemuan berlangsung dalam suasana akademik yang hangat dengan pembahasan yang lebih banyak menyoroti pengelolaan publikasi ilmiah, penelitian, serta persiapan UNP menuju perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH).

     

    Pertukaran informasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antarlembaga sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama pada bidang yang saling berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat.

     

    Universitas Andalas Dorong Kolaborasi Program Pengabdian

     

    Kunjungan berikutnya dilakukan ke Universitas Andalas. Rombongan PPM UIN Jakarta diterima oleh Rahmadi, Kepala Kantor LPPM Universitas Andalas, beserta jajaran.

     

    Rahmadi menjelaskan bahwa kelembagaan LPPM Universitas Andalas memiliki fokus utama pada penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dengan dukungan berbagai pusat yang menangani bidang spesifik, seperti transportasi, kebencanaan, dan bidang lainnya.

     

    Dalam pengelolaan pengabdian, Universitas Andalas memiliki sejumlah program, di antaranya KKN Nagari Binaan, pendampingan masyarakat, program kolaborasi Indonesia dalam konteks perguruan tinggi berbadan hukum, program penugasan, serta skema pengabdian berbasis fakultas.

     

    “Dasar kegiatan adalah buku panduan, termasuk untuk pelaksanaan PkM,” jelas Rahmadi.

     

    Paparan tersebut menjadi bahan pertukaran praktik baik dalam pengelolaan program pengabdian, khususnya mengenai model KKN, pendampingan masyarakat, serta pengembangan program berbasis kebutuhan dan karakteristik wilayah.

     

    UIN Bukittinggi: UIN Jakarta Menjadi Mitra Belajar

     

    Kunjungan terakhir dilakukan ke UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada Jumat (21/8/2026). Rombongan PPM UIN Jakarta diterima oleh Ketua LP2M UIN Bukittinggi, Dr. Muhiddinur Kamal, M.Pd.

     

    Dalam sambutannya, Muhiddinur menyampaikan apresiasi atas kunjungan PPM UIN Jakarta dan berharap hubungan kerja sama antarkedua institusi dapat terus berkembang.

     

    “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan PPM UIN Jakarta. Mudah-mudahan kerja sama di antara kita tetap terjalin dengan baik,” ujarnya.

     

    Ia juga menyampaikan bahwa UIN Bukittinggi memperoleh banyak pembelajaran dari pengalaman UIN Jakarta, khususnya dalam penyelenggaraan KKN Internasional yang pernah dilaksanakan di sejumlah negara, seperti Arab Saudi, Jepang, dan Hong Kong.

     

    Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah mekanisme dukungan atau subsidi bagi mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional.

     

    Di UIN Bukittinggi sendiri, KKN menjadi program wajib bagi seluruh program studi dan fakultas. Muhiddinur menilai pengalaman dan praktik yang dikembangkan UIN Jakarta dapat menjadi referensi bagi penguatan pengelolaan program pengabdian di UIN Bukittinggi.

     

    “Bagi kami, UIN Jakarta adalah induk bagi kami. Kami harus banyak belajar dari Bapak-Ibu dari PPM UIN Jakarta,” ungkapnya.

     

    Memperkuat Tridharma dan Jejaring Pengabdian

     

    Kepala PPM UIN Jakarta, Ade Rina Farida, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Karena itu, kolaborasi antarlembaga perguruan tinggi diperlukan untuk memperluas jangkauan, meningkatkan kualitas, serta memperkuat dampak program pengabdian.

     

    Menurutnya, kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada komunikasi dan pertukaran informasi, tetapi diharapkan dapat dilanjutkan melalui program-program konkret, baik dalam bentuk KKN kolaboratif, pengembangan desa binaan, pendampingan masyarakat, maupun skema pengabdian lainnya.

     

    “Kita berharap dari kunjungan ini dapat terbangun komunikasi kelembagaan yang berkelanjutan dan menghasilkan program bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

     

    Kegiatan kunjungan tersebut diikuti oleh Kepala PPM Ade Rina Farida, M.Si., Koordinator PPM Eva Khudzaeva, M.Si. dan Kaula Fahmi, M.Hum., Penata Layanan Operasional PPM Muslikh, M.Pd., serta Pengelola Keuangan PPM Marnita Umar, S.Kom.

     

    Melalui rangkaian kunjungan tersebut, PPM LP2M UIN Jakarta diharapkan semakin kuat dalam membangun jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi di berbagai daerah. Hasil penjajakan selanjutnya akan menjadi bahan untuk merumuskan tindak lanjut kerja sama, baik melalui Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), maupun implementasi program kolaboratif.

     

    Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen PPM LP2M UIN Jakarta untuk menghadirkan program pengabdian yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat serta mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan melalui penguatan kemitraan antarlembaga.

     

    Penulis & Editor: Muslikh