Pabuaran, BERITA PPM ONLINE – Satu peta, beragam informasi. Berangkat dari kebutuhan akan informasi kewilayahan yang lebih mudah dipahami dan diakses, Kelompok KKN 180 Altasena Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menghadirkan Peta Administrasi Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tidak hanya dibuat dalam bentuk cetak, peta tersebut juga dikembangkan secara digital sehingga informasi mengenai wilayah Desa Pabuaran dapat diakses dengan lebih luas. Program yang berlangsung sejak 1 Agustus hingga 24 Agustus 2026 ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung kebutuhan informasi di tingkat desa. Peta yang dihasilkan memadukan data kewilayahan dengan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG), kemudian disajikan dalam bentuk fisik dan digital.
Perjalanan pembuatan peta dimulai dari pengumpulan berbagai data yang dibutuhkan. Data utama berasal dari Rupa Bumi Indonesia (RBI) yang diperoleh melalui TanahAir Indonesia (TanahAir), kemudian dilengkapi dengan data pendukung dari Google Maps. Data tersebut tidak langsung menjadi sebuah peta, tetapi terlebih dahulu melewati berbagai proses pengolahan menggunakan ArcGIS Pro. Mulai dari pemetaan, digitasi, pengaturan simbol, penyusunan informasi, hingga pembuatan layout dilakukan secara bertahap. Setiap informasi disusun agar dapat memberikan gambaran mengenai wilayah Desa Pabuaran secara lebih sistematis dan mudah dipahami. Dari data yang sebelumnya tersebar, berbagai informasi tersebut kemudian dirangkai menjadi satu media informasi kewilayahan.
Setelah peta selesai disusun, hasilnya dicetak menggunakan bahan Albatros berukuran A0. Namun, pekerjaan belum berhenti sampai di tahap pencetakan. Agar peta dapat ditempatkan dengan baik dan menjadi media informasi yang mudah dilihat, Tim KKN membuat mading khusus sebagai tempat pemasangan peta. Kerangka mading mulai dibuat pada 15 Agustus 2026 menggunakan papan triplek dan baja ringan. Setelah kerangka selesai, proses dilanjutkan dengan pengecatan menggunakan warna hitam serta penyesuaian ukuran agar sesuai dengan peta yang telah dicetak. Pembuatan mading tersebut menjadi bagian dari proses mempercantik sekaligus menyiapkan peta agar layak ditempatkan di Balai Desa Pabuaran.
Di tengah proses tersebut, Tim KKN kembali membawa peta ke ruang digital. Pada 18 Agustus 2026, pembuatan peta digital dilakukan menggunakan Google My Maps. Berbagai titik lokasi dan informasi geografis yang diperlukan dimasukkan dan disusun sehingga peta tidak hanya dapat dilihat, tetapi juga dapat menjadi media informasi yang lebih fleksibel. Peta digital tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam website berbasis GitHub. Langkah ini membuat informasi kewilayahan Desa Pabuaran tidak hanya berhenti pada sebuah peta yang terpasang di dinding Balai Desa. Informasi tersebut juga dapat diakses secara daring melalui perangkat yang terhubung dengan internet.
Dalam prosesnya, Tim KKN mendapatkan dukungan dan arahan dari Pemerintah Desa Pabuaran. Masukan dari pihak desa menjadi bagian penting dalam penyusunan informasi sehingga peta yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kewilayahan Desa Pabuaran. Kolaborasi tersebut turut mendukung proses program mulai dari penyusunan peta hingga tahap akhir. Setelah melalui rangkaian proses penyusunan, pencetakan, pembuatan mading, dan digitalisasi, tahap finishing dilakukan pada 23 Agustus 2026. Peta kemudian dipasang pada mading yang telah disiapkan dan ditempatkan di Balai Desa Pabuaran sebagai media informasi kewilayahan. Sehari setelah pemasangan, tepatnya Senin, 24 Agustus 2026, hasil program kerja tersebut secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Desa Pabuaran. Penyerahan simbolis Peta Administrasi Desa Pabuaran dilakukan kepada Bapak Mad Usin selaku Kepala Desa Pabuaran pada pukul 08.00 WIB di Kantor Balai Desa Pabuaran. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan apel pagi.
Penyerahan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian program sekaligus awal dari pemanfaatan hasil yang telah dibuat. Peta cetak yang kini berada di Balai Desa dapat menjadi media informasi yang dapat dilihat secara langsung, sementara versi digital memberikan alternatif akses bagi masyarakat melalui internet. Melalui program ini, KKN 180 Altasena tidak sekadar meninggalkan sebuah peta, tetapi menghadirkan media informasi yang menghubungkan data kewilayahan dengan kebutuhan masyarakat di era digital. Harapannya, Peta Administrasi Desa Pabuaran dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh Pemerintah Desa sebagai bagian dari dokumentasi serta penyediaan informasi mengenai wilayah Desa Pabuaran.
Dari data yang dikumpulkan, diolah, dan disusun, lahirlah sebuah peta yang tidak hanya menunjukkan wilayah, tetapi juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam menghadirkan informasi yang lebih mudah dikenali, dipahami, dan diakses.
Penulis: Umar Ziddan Ramadhan
Editor: Vanessa Nindi Utama