Tak Ada Sampah yang Sia-Sia, KKN 322 Aksanara UIN Jakarta Ajak Ibu-Ibu Kampung Tipar Olah Sampah Jadi Kompos

    27 Agustus 2026
    3 Menit Baca
    Tak Ada Sampah yang Sia-Sia, KKN 322 Aksanara UIN Jakarta Ajak Ibu-Ibu Kampung Tipar Olah Sampah Jadi Kompos

    Sukajaya, BERITA PPM ONLINE — Kulit buah, sisa sayuran, dan dedaunan kering yang selama ini hanya berakhir di tempat sampah kini mendapat “nyawa baru” di tangan ibu-ibu Kampung Tipar, Kelurahan Sukamulih, Kecamatan Sukajaya. Sebanyak sembilan ibu rumah tangga setempat berkumpul di saung tengah sawah untuk belajar mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bernilai guna.

     

    Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos” tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 322 Aksanara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 15 Agustus 2026 pukul 10.00–12.00 WIB. Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan sekaligus upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik.

     

    Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik. Padahal, sampah seperti sisa sayuran, kulit buah, dan dedaunan kering dapat diolah kembali menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN 322 Aksanara mengajak masyarakat melihat sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali.

     

    Selain memberikan keterampilan praktis, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Mahasiswa KKN menilai upaya tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, salah satunya dengan memilah dan mengolah sampah organik.

     

    Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan dua mahasiswa KKN 322 Aksanara, Shella Wati Apriliani dan Muhammad Rafly Ramadhan, sebagai narasumber. Keduanya menjelaskan tahapan pembuatan pupuk kompos, mulai dari pemilahan sampah organik, proses pencampuran dengan bahan pendukung, hingga cara perawatan agar kompos dapat terurai dengan baik.

     

    Tidak hanya menerima materi, ibu-ibu peserta juga turut mempraktikkan secara langsung proses pembuatan kompos sederhana menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan rumah, seperti sisa sayuran dan dedaunan kering.

     

    “Kami ingin ibu-ibu tidak hanya tahu teorinya, tapi juga berani mencoba sendiri di rumah. Sampah dapur yang biasanya dibuang begitu saja sebenarnya bisa jadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman,” ujar Shella.

     

    Melalui praktik tersebut, peserta dapat memahami bahwa pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan cara sederhana dan tidak membutuhkan peralatan yang sulit ditemukan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

     

    Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti praktik dan mengajukan sejumlah pertanyaan, terutama mengenai cara mempercepat proses pengomposan serta pemanfaatan pupuk kompos untuk tanaman rumah tangga.

     

    “Baru tahu ternyata sampah sayuran bisa diolah jadi pupuk sendiri, tidak perlu beli lagi. Semoga ke depannya kami bisa terus mempraktikkannya di rumah,” ujar salah satu peserta pelatihan.

     

    Bagi ibu-ibu Kampung Tipar, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru dalam memahami bahwa menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan cara yang rumit maupun biaya besar. Sampah dapur yang sebelumnya dibuang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna bagi tanaman sekaligus membantu mengurangi sampah organik.

     

    Mahasiswa KKN 322 Aksanara berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan tersebut dapat terus diterapkan oleh masyarakat dan menyebar ke rumah-rumah lainnya di Kampung Tipar. Dengan demikian, kebiasaan sederhana dalam mengolah sampah organik dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

     

    Penulis: Fadel Rachman
    Editor: Vanessa Nindi Utama