Tingkatkan Kesadaran Remaja, Seminar Edukasi Bahaya Narkoba dan Seks Bebas Digelar di SMAN 15 Kabupaten Tangerang

    20 Agustus 2026
    3 Menit Baca
    Tingkatkan Kesadaran Remaja, Seminar Edukasi Bahaya Narkoba dan Seks Bebas Digelar di SMAN 15 Kabupaten Tangerang

    Ranca Kalapa, Berita PPM Online Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan perilaku seksual berisiko, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 274 Ranakala mengadakan Seminar Edukasi Bahaya Narkoba dan Kehamilan di Luar Nikah (Seks Bebas) yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas X SMAN 15 Kabupaten Tangerang.

     

    Kegiatan yang di isi oleh Muhammad Fatihul Ikhsan (Mahasiswa Hukum Tata Negara) dan Yasmin Hayyan Taqiyya (Mahasiswi Ilmu Hukum) dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026 bertempat di SMAN 15 ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada remaja mengenai berbagai permasalahan yang dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, psikologis, hingga masa depan. 

     

    Pada sesi pertama, Fatih menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti rasa ingin tahu dan keinginan untuk mencoba, ajakan teman sebaya, permasalahan keluarga, tekanan akademik, hingga pengaruh media sosial dan lingkungan pertemanan.

     

    "Jangan sampai rasa ingin tahu atau ajakan teman membuat kita mencoba narkoba, karena dampaknya bisa berpengaruh terhadap kesehatan, mental, hubungan dengan keluarga, bahkan masa depan," Ujar Fatih.

     

    Ia juga memaparkan bahwa dampak narkotika tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kehidupan sosial. Penyalahgunaan narkotika dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ tubuh, gangguan sistem saraf, ketergantungan, perubahan kepribadian, depresi, hingga halusinasi. 

     

    Dalam kehidupan sosial, penggunaan narkotika juga dapat menyebabkan seseorang dikucilkan, putus sekolah, mengalami masalah dengan keluarga, bahkan terjerumus ke dalam tindakan tersebut.

     

    Selain dampak kesehatan dan psikologis, Fatih turut memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan materi yang disampaikan, penyalahgunaan narkotika di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), dengan ketentuan hukum yang berbeda berdasarkan perbuatan dan peran seseorang dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

     

    Selanjutnya, Yasmin menyampaikan materi mengenai seks bebas dan kehamilan di luar nikah. Ia menjelaskan bahwa perilaku tersebut dapat dipengaruhi oleh minimnya pendidikan seks dari lingkungan sekolah dan keluarga, kurangnya pengawasan orang tua, serta pengaruh konten pornografi.

     

    "Kehamilan di luar nikah bukan hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi psikologis, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan seseorang," Ujar Yasmin.

     

    Kemudian dijelaskan bahwa perilaku seks bebas dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari risiko kehamilan, penyakit menular, trauma, rasa malu, hingga depresi. Dampaknya juga dapat meluas ke kehidupan sosial, seperti putus sekolah, pernikahan dini, serta terhambatnya pendidikan dan karier.

     

    Dalam materi tersebut, Yasmin juga membahas perspektif hukum mengenai hubungan seksual di luar perkawinan berdasarkan Pasal 411 KUHP baru, ketentuan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan berdasarkan Pasal 412 KUHP baru, serta ketentuan mengenai aborsi dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

     

    Selain perspektif hukum, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pandangan agama terhadap hubungan seksual di luar pernikahan. Materi mencakup pandangan Islam mengenai larangan mendekati zina serta ajaran agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha yang menekankan pentingnya menjaga kesucian, moral, dan pengendalian diri.

     

    Melalui seminar ini, diharapkan para siswa dan siswi kelas X SMAN 15 Kabupaten Tangerang dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba dan perilaku seks bebas. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk lebih berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan, menjaga diri, serta berani mengambil keputusan yang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan masa depan mereka.

     

    Penulis: Syalina Chaerunnisa Putri
    Editor: Vanessa Nindi Utama