Curug, BERITA PPM ONLINE – Kelompok KKN 179 Adhyaksa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar edukasi pencegahan kekerasan seksual melalui kegiatan bertajuk “Aku Berharga, Tubuhku Milikku!” bagi siswa SDN Cempaka, Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–11.30 WIB tersebut diikuti oleh 30 siswa.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman anak mengenai keselamatan diri, batasan tubuh, serta hak untuk merasa aman dan dihormati. Edukasi sejak dini dinilai penting karena masih terdapat anak yang belum memahami batasan area pribadi tubuh maupun cara mengenali perilaku yang tidak layak.
Melalui pendekatan yang interaktif dan ramah anak, mahasiswa KKN 179 Adhyaksa mengajak para siswa mengenali area pribadi tubuh serta memahami pentingnya menjaga dan menghormati batasan diri. Anak-anak juga diberikan pemahaman bahwa tubuh merupakan bagian berharga yang memiliki batasan dan tidak boleh disentuh atau diperlakukan secara tidak layak.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan tiga jenis sentuhan, yaitu sentuhan aman, tidak aman, dan membingungkan. Sentuhan aman dijelaskan sebagai sentuhan yang membuat anak merasa nyaman dan dihormati. Sementara itu, sentuhan tidak aman merupakan sentuhan yang membuat anak merasa sakit, takut, atau tidak nyaman. Adapun sentuhan membingungkan merupakan sentuhan yang membuat anak merasa ragu atau tidak yakin apakah tindakan tersebut tepat.
Para siswa juga diajak memahami pentingnya bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya ketika menghadapi situasi yang membuat mereka takut, tidak nyaman, atau merasa terancam. Orang dewasa terpercaya tersebut dapat berupa orang tua, guru, wali kelas, maupun anggota keluarga yang dapat memberikan perlindungan dan bantuan.
Selain mengenali situasi yang tidak aman, peserta dibekali strategi perlindungan diri melalui pendekatan T-L-L, yaitu Tolak, Lari, dan Lapor. Anak-anak diajarkan untuk berani menolak dengan tegas ketika menghadapi tindakan yang tidak layak, segera pergi menuju tempat yang aman, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada orang dewasa yang dipercaya.
Kegiatan juga menekankan pentingnya peran orang tua, guru, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Orang dewasa diharapkan dapat lebih peka terhadap perubahan perilaku anak serta memberikan ruang yang nyaman agar anak berani bercerita ketika mengalami atau menyaksikan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 179 Adhyaksa, Fahrizal Mahdi, Lc., MIRKH. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap para siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai keselamatan diri, mampu mengenali perilaku yang tidak layak, serta memiliki keberanian untuk meminta bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Melalui edukasi “Aku Berharga, Tubuhku Milikku!”, KKN 179 Adhyaksa UIN Jakarta turut mendorong terbentuknya budaya pencegahan kekerasan seksual sejak dini. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, serta mampu menghargai batasan diri dan orang lain.
Penulis: Badiah Baldatun Thoyyibah
Editor: Vanessa Nindi Utama