Tingkatkan Minat dan Kepercayaan Diri Anak dalam Belajar Bahasa Inggris, KKN 277 Nawasena UIN Jakarta Gelar English Fun Learning

    1 September 2026
    5 Menit Baca
    Tingkatkan Minat dan Kepercayaan Diri Anak dalam Belajar Bahasa Inggris, KKN 277 Nawasena UIN Jakarta Gelar English Fun Learning

    Daru, BERITA PPM Online Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 277 Nawasena UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan program English Fun Learning bagi anak-anak di Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Program yang berlangsung dalam empat pertemuan pada 2, 8, 15, dan 22 Agustus 2026 tersebut dirancang untuk mengenalkan bahasa Inggris melalui pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan dekat dengan dunia anak.

     

    Program English Fun Learning hadir tidak hanya untuk mengenalkan bahasa Inggris kepada anak-anak, tetapi juga untuk mengubah pandangan bahwa bahasa Inggris merupakan pelajaran yang sulit dan menakutkan. Melalui pendekatan fun learning, Kelompok KKN 277 Nawasena berupaya menghadirkan proses belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak.

     

    Pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai aktivitas yang memadukan pembelajaran konvensional dengan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Anak-anak tidak hanya menerima materi melalui penjelasan dari pengajar, tetapi juga diajak belajar melalui video interaktif, presentasi menggunakan proyektor, permainan, bernyanyi, serta berbagai aktivitas kreatif.

     

    Anak-anak usia TK hingga SD menjadi sasaran utama program karena berada pada tahap penting dalam membangun fondasi pengetahuan dan berbagai keterampilan, termasuk kemampuan berbahasa. Oleh karena itu, English Fun Learning dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan kosakata dan ungkapan bahasa Inggris, tetapi juga memberikan ruang kepada anak-anak untuk berani berkomunikasi dan berpartisipasi secara aktif.

     

    Pertemuan pertama dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 dengan materi Introduction and Greetings dan diikuti hampir 37 peserta. Pada pertemuan ini, anak-anak diperkenalkan pada ungkapan dasar yang dapat digunakan untuk menyapa dan memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris.

     

    Materi disampaikan melalui aktivitas interaktif sehingga anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan ungkapan yang telah dipelajari. Anak-anak diajak mengenal cara menyampaikan nama, menyapa, serta melakukan percakapan sederhana dengan teman maupun pengajar.

     

    Untuk meningkatkan motivasi dan keberanian peserta, tim KKN juga memberikan reward berupa stiker kepada anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan atau aktif mengikuti kegiatan. Apresiasi tersebut diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk berani mencoba tanpa takut melakukan kesalahan ketika menggunakan bahasa Inggris.

     

    Kegiatan berlanjut pada 8 Agustus 2026 dengan materi Colors yang diikuti oleh 28 peserta. Pembelajaran dikemas melalui kegiatan bernyanyi dan permainan tebak warna menggunakan proyektor. Penggunaan lagu dan media visual membuat anak-anak lebih mudah mengikuti materi sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hidup.

     

    Anak-anak diajak menyebutkan berbagai warna dalam bahasa Inggris dan menjawab pertanyaan berdasarkan gambar yang ditampilkan melalui proyektor. Setelah kegiatan interaktif, peserta mengerjakan worksheet yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. Anak-anak TK hingga kelas 2 SD mendapatkan aktivitas mewarnai, sedangkan peserta kelas 3 hingga 6 SD mengerjakan teka-teki silang dan soal pilihan ganda yang berkaitan dengan materi warna.

     

    Pada 15 Agustus 2026, kegiatan memasuki pertemuan ketiga dengan materi Daily Activities yang diikuti oleh 29 peserta. Materi ini memperkenalkan kosakata dan ungkapan bahasa Inggris yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari.

     

    Pemilihan materi tersebut memungkinkan anak-anak menghubungkan bahasa Inggris dengan aktivitas yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, bahasa Inggris tidak hanya dipandang sebagai kumpulan kosakata yang harus dihafalkan, tetapi sebagai bahasa yang dapat digunakan untuk menggambarkan pengalaman mereka sendiri.

     

    Antusiasme peserta semakin terlihat pada pertemuan keempat yang dilaksanakan pada 22 Agustus 2026. Sebanyak 43 anak hadir dan mengikuti kegiatan yang dikemas lebih santai melalui kegiatan menonton film bersama.

    Pada kesempatan tersebut, anak-anak diajak menonton Toy Story 5. Kegiatan menonton tidak hanya dimaksudkan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran. Setelah film selesai, tim KKN mengajak anak-anak memahami pesan yang disampaikan melalui film tersebut, termasuk pentingnya mengatur waktu penggunaan gawai, menyeimbangkan dunia digital dengan imajinasi dan aktivitas nyata, serta menjaga nilai persahabatan di tengah perkembangan teknologi.

     

    Setelah menonton film dan mendiskusikan pesannya, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas “Who Do You Want to Be When You Grow Up?”. Setiap anak diberikan kesempatan untuk menggambar dan menuliskan cita-cita yang ingin mereka capai ketika dewasa.

     

    Aktivitas tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri sekaligus menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan dan masa depan mereka. Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga diajak menggunakan imajinasi, mengenali cita-cita, dan berani membayangkan masa depan yang mereka inginkan.

     

    Selama empat pertemuan, English Fun Learning menunjukkan bahwa proses belajar bahasa Inggris dapat dilakukan melalui pendekatan yang menyenangkan dan tidak selalu identik dengan kegiatan menghafal atau mengerjakan soal. Penggunaan video interaktif, proyektor, lagu, permainan, worksheet, film, hingga aktivitas menggambar memberikan variasi dalam proses pembelajaran.

     

    Pemberian reward berupa stiker juga menjadi salah satu bentuk apresiasi untuk meningkatkan keberanian dan partisipasi anak. Anak-anak didorong untuk menjawab pertanyaan, mencoba mengucapkan kosakata, dan tampil tanpa takut salah.

     

    Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kehadiran dalam setiap pertemuan. Kegiatan yang pada pertemuan pertama diikuti hampir 37 anak, kemudian diikuti 28 peserta pada pertemuan kedua, 29 peserta pada pertemuan ketiga, hingga mencapai 43 peserta pada pertemuan keempat. Kehadiran tersebut menjadi salah satu gambaran ketertarikan anak-anak terhadap kegiatan pembelajaran yang dikemas secara interaktif.

     

    Pada akhirnya, English Fun Learning tidak hanya menjadi program pengenalan bahasa Inggris, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak Desa Daru untuk belajar, bermain, berinteraksi, mengenal teknologi sebagai media pembelajaran, dan mengekspresikan cita-cita mereka.

     

    Melalui pendekatan tersebut, Kelompok KKN 277 Nawasena berharap dapat meninggalkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong anak-anak untuk lebih percaya diri dalam mempelajari bahasa Inggris. Kegiatan menggambar cita-cita pada pertemuan terakhir menjadi penutup bermakna bagi rangkaian program, sekaligus menjadi pengingat bahwa proses belajar dapat berjalan beriringan dengan keberanian untuk bermimpi dan merencanakan masa depan.

     

    Editor: Vanessa Nindi Utama