Ubah Galon Bekas Jadi Media Budidaya, KKN Karuna Bhumi 240 UIN Jakarta Dampingi Warga Cihuni

    20 Agustus 2026
    2 Menit Baca
    Ubah Galon Bekas Jadi Media Budidaya, KKN Karuna Bhumi 240 UIN Jakarta Dampingi Warga Cihuni

    Cihuni, Berita PPM Online – Kelompok KKN Karuna Bhumi 240 UIN Jakarta memperkenalkan inovasi budidaya lele dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media pemeliharaan kepada masyarakat Desa Cihuni. Kegiatan bertajuk Workshop Budidaya LEGAL (Lele Galon) tersebut dilaksanakan pada Minggu (10/8/2026) di Kebun KWT (Kelompok Wanita Tani) dan diikuti oleh perwakilan masyarakat, yaitu Ketua RW dan Karang Taruna.

     

    Kegiatan ini mengangkat tema “Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Media Budidaya Lele yang Praktis, Efisien, dan Produktif”. Program tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN Karuna Bhumi 240 UIN Jakarta di bidang ekonomi dengan fokus pada ketahanan pangan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada metode budidaya lele yang sederhana, terjangkau, dan dapat diterapkan dalam skala rumah tangga.

     

    Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep dasar budidaya lele menggunakan galon bekas. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pemilihan dan persiapan galon sebagai media budidaya, termasuk pembuatan sistem selang untuk membantu pengelolaan air. Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi secara langsung agar peserta dapat memahami tahapan pembuatan media budidaya dan penerapannya.

     

    Selain pembuatan media, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai perawatan lele dan pengelolaan kondisi air. Mahasiswa KKN turut menjelaskan penggunaan larutan yang diperlukan dalam proses pemeliharaan serta pentingnya menjaga kondisi media agar tetap mendukung pertumbuhan lele.

     

    Aspek pemberian pakan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai jumlah, waktu, dan frekuensi pemberian pakan yang tepat dan efisien. Pemberian pakan secara berlebihan dinilai tidak hanya dapat menyebabkan pemborosan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi media budidaya.

     

    Untuk memperkenalkan konsep efisiensi pakan, peserta juga dikenalkan pada perbandingan antara jumlah pakan yang diberikan dengan pertambahan bobot lele. Perbandingan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat efektivitas pemberian pakan, sehingga pengelolaan budidaya tidak hanya berfokus pada jumlah pakan, tetapi juga pada pertumbuhan ikan yang dihasilkan.

     

    Kegiatan yang semula direncanakan untuk seluruh warga Desa Cihuni tersebut kemudian direalisasikan dengan melibatkan Ketua RW dan Karang Taruna sebagai perwakilan masyarakat. Melalui perwakilan tersebut, pengetahuan mengenai budidaya “Lele Galon” diharapkan dapat diteruskan dan dikembangkan di lingkungan masyarakat.

     

    Melalui Workshop Budidaya LEGAL, KKN Karuna Bhumi 240 UIN Jakarta berupaya mendorong pemanfaatan barang bekas menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna sekaligus produktif. Metode budidaya yang sederhana diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat Desa Cihuni untuk mendukung ketahanan pangan dan membuka peluang kegiatan produktif dalam skala rumah tangga.

     

    Editor: Vanessa Nindi Utama