Kademangan, BERITA PPM Online – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 103 Jyotirvidyakarsa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar edukasi anti-bullying bagi siswa-siswi SDN Kademangan 01, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Gerakan Edukasi Literasi Anak Kademangan (GENTAKA) yang berfokus pada peningkatan kesadaran siswa mengenai perundungan serta pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan edukasi dikemas secara interaktif agar materi dapat diterima dengan mudah oleh siswa. Selain penyampaian materi, mahasiswa mengajak siswa mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami perasaan korban, serta merefleksikan pentingnya membangun hubungan yang positif dengan teman sebaya.
Kegiatan diawali dengan ice breaking berupa tepuk anti-bullying dan lagu bertema anti-bullying. Aktivitas tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus membangun antusiasme siswa sebelum memasuki materi utama.
Selanjutnya, siswa mendapatkan pemaparan mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, serta dampaknya terhadap korban. Materi disampaikan oleh Iqbal Kurnia dengan bahasa yang disesuaikan dengan usia siswa agar lebih mudah dipahami.
Melalui sesi tersebut, siswa diajak memahami bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa ucapan, ejekan, pengucilan, maupun tindakan lain yang dapat menyakiti perasaan dan memengaruhi kepercayaan diri seseorang.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film pendek bertema bullying. Film tersebut menggambarkan pengalaman dan perasaan seseorang ketika menjadi korban perundungan.
Setelah pemutaran film, siswa mengikuti sesi renungan untuk memahami kembali pesan yang disampaikan sekaligus merefleksikan perilaku mereka terhadap teman-teman di lingkungan sekolah. Suasana haru terlihat selama kegiatan berlangsung. Beberapa siswa bahkan terlihat menangis, kemudian saling berpelukan dan meminta maaf kepada teman di sebelahnya. Momen tersebut menunjukkan tumbuhnya empati dan kesadaran siswa terhadap dampak tindakan bullying.
Sebagai rangkaian penutup, KKN 103 Jyotirvidyakarsa menghadirkan “Pohon Harapan”, sebuah media bagi siswa untuk menuliskan cerita, pengalaman, maupun pesan kepada teman-temannya. Melalui media tersebut, sejumlah siswa menuliskan pengalaman pribadi terkait perundungan yang pernah mereka alami.
Cerita yang disampaikan siswa menjadi pengingat bahwa bullying bukan sekadar candaan bagi sebagian anak. Ucapan maupun perlakuan yang dianggap sederhana dapat meninggalkan luka serta memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Pesan yang dituliskan melalui Pohon Harapan kemudian dibacakan dalam sesi penutup.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diajak memahami pengertian bullying, tetapi juga didorong untuk menghargai perbedaan, menjaga ucapan dan tindakan, serta menjadi teman yang saling mendukung.
Kegiatan edukasi anti-bullying ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih aman dan inklusif. KKN 103 Jyotirvidyakarsa berharap siswa-siswi SDN Kademangan 01 dapat menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari berani menolak perundungan, tidak menjadi pelaku maupun penonton, hingga membantu teman yang mengalami bullying.
Melalui program GENTAKA, KKN 103 Jyotirvidyakarsa juga berupaya menanamkan pemahaman bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab guru dan orang dewasa, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh warga sekolah.
Penulis: Meisya Aulia Aji dan Alegracia Sabitah Setyawan
Editor: Vanessa Nindi Utama